Info Aktivitas Merapi : Sehari Kemarin Terjadi Lima Gempa Guguran Awan Panas di Gunung Merapi
BPPTKG juga dapat mengamati secara visual dua kali guguran lava ke arah Kali Gendol, dengan jarak luncur 350 hingga 450 meter.
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam sehari kemarin, Senin (25/3/2019) pukul 00.00-24.00 WIB, tercatat lima kali gempa guguran awan panas di Gunung Merapi.
Meskipun demikian, yang teramati secara visual hanya tiga kali.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporannya menyampaikan, arah awan panas dominan ke tenggara (Kali Gendol), dengan jarak luncur 900 hingga 1000 meter.
BPPTKG juga dapat mengamati secara visual dua kali guguran lava ke arah Kali Gendol, dengan jarak luncur 350 hingga 450 meter.
Sedangkan asap solfatara tidak teramati secara visual.
Untuk aktivitas kegempaan, BPPTKG mencatat lima gempa guguran awan panas, 29 gempa guguran, tiga hembusan, dua low frequency dan satu hybrid/fase banyak.
Berdasarkan sejumlah kondisi tersebut, BPPTKG memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
1. Masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana III diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi.
2. Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
3. Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Sedangkan periode pengamatan Senin (25/3/2019) pukul 18.00 hingga Selasa (26/3/2019) pukul 06.00 WIB, tidak ada kejadian guguran lava yang terpantau secara visual oleh BPPTKG.
Status Merapi masih dinyatakan Waspada (Level 2) sejak 21 Mei 2018.
( tribunjogja.com l Siti Ariyanti )