Sleman
Warga Tak Perlu Jual Ternak Saat Erupsi Merapi
Desa Glagaharjo di Kecamatan Cangkringan telah menyiapkan lahan untuk tempat evakuasi ternak jika Merapi erupsi.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Desa Glagaharjo di Kecamatan Cangkringan telah menyiapkan lahan untuk tempat evakuasi ternak jika Merapi erupsi.
Dengan langkah ini, maka peternak tak perlu menjual hewan mereka ketika erupsi terjadi.
Suroto, Kades Glagaharjo mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya, ketika status Merapi meningkat, para pedagang banyak yang berburu sapi ke wilayah mereka.
Dan banyak warga yang menjual murah sapi-sapi mereka.
"Biasanya yang jual murah itu warga. Mereka terburu takut (erupsi) jadi dikasih murah," paparnya, Senin (25/3/2019).
Baca: Senin 25 Maret 2019, Gunung Merapi Terpantau Beberapa Kali Keluarkan Awan Panas Guguran
Namun demikian dari pantauannya, saat ini belum ada pedagang sapi yang memanfaatkan kesampatan dalam kesempitan ini.
Adapun dulu, dijualnya sapi-sapi itu ke pedagang lantaran Glagaharjo tidak memiliki kandang komunal.
Warga membangun kandang sendiri di sekitar rumah mereka.
"Tapi sekarang kami menyediakan lahan sekitar 5000m² di dekat balai desa untuk menampung sapi," tambahnya.
Baca: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar Pelatihan Biogas Bagi Peternak Kandang Kelompok
Sementara itu, berkaitan dengan kesiapan desa dalam antisipasi bencana Merapi, pihaknya mengatakan warga akan ditarik ke balai desa jika Merapi meningkat statusnya.
Dengan adanya lahan untuk ternak, maka warga pun dapat memantau ternak mereka sendiri saat dipengungsian tanpa harus menjualnya ke pedagang.
Adapun Gunung Merapi terpantau kembali mengeluarkan awanpanas guguran beberapa kali pada Senin (25/3/2019).
Terkait hal tersebut, Suroto mengatakan bahwa itu adalah hal yang lumrah dan warga masih beraktivitas seperti biasa.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-tetap-merumput-di-lereng-gunung-merapi-dengan-tenang.jpg)