Restoran Bawah Laut Pertama di Eropa Ini Tawarkan Sensasi Makan di Gedung yang Antimanistream

Restoran bawah laut pertama di Eropa itu justru memberikan pengalaman menyantap makanan di sebuah bangunan hampir karam

Restoran Bawah Laut Pertama di Eropa Ini Tawarkan Sensasi Makan di Gedung yang Antimanistream
instagram @snohetta
Restoran bawah laut di Norwegia 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah restoran yang terletak di titik paling selatan dari pantai berbatu Norwegia menawarkan sensasi unik pada pengunjungnya.

Restoran bawah laut pertama di Eropa itu justru memberikan pengalaman menyantap makanan di sebuah gedung yang tampak seperti karam.

"Tidak ada pakaian renang yang diperlukan untuk malam Anda bersama kami," adalah tagline yang digunakan oleh restoran yang dijuluki Under.

Dilansir Tribunjogja.com melalui Mashable.com, Under diirancang oleh perusahaan Norwegia Snøhetta.

Restoran ini berbentuk prisma persegi panjang 34 meter yang sedikit tenggelam lima meter di bawah laut.

Bangunan itu justru mirip dengan gedung yang akan segera karam.

Baca: Donegal Airport Irlandia jadi Bandara dengan Landasan Terindah di Dunia

Tepat di ujung ruangan, ada jendela selebar 11 meter dari lantai ke langit-langit yang memungkinkan 35-40 pengunjung untuk menyaksikan keindahan bawah air.

Menurut tim desain kotamadya Lindesnes tempat restoran itu berada, terkenal dengan kondisi cuaca yang intens dan cepat berubah, bayangkan makan di sini saat badai.

Pendiri dan arsitek Snøhetta Kjetil Trædal Thorsen mengatakan struktur bangunan ini cukup membuat pengunjung tertantang.

"Di gedung ini, kamu mungkin menemukan dirimu di bawah air, di atas dasar laut, antara daratan dan laut. Ini akan menawarkanmu perspektif dan cara baru untuk melihat dunia, baik di luar maupun di bawah garis air,' ungkapnya.

Baca: Gadis 19 Tahun Ini Berpenghasilan Miliaran Rupiah dari Pemberian Nama Bayi

Menu dari koki Denmark Nicolai Ellitsgaard dari restoran Måltid akan menggunakan satwa liar yang ditangkap secara lokal dan bahan-bahan dari daerah sekitarnya seperti rumput laut, roket laut, dan kale laut asin.

Harga menunya pun terbilang fantastis, dengan 18 menu dan tambahan anggur atau jus pengunjung akan dikenakan biaya $ 266 (sekitar Rp3,2 juta) per orang.

Selain sebagai restoran, bangunan ini juga akan berfungsi sebagai pusat penelitian kelautan, yang menyambut peneliti dan ahli biologi kelautan untuk memanfaatkan kamera eksternal dan alat pengukuran untuk mempelajari spesies yang hidup di sekitar restoran.

Ini bukan pusat penelitian kelautan yang lengkap, tetapi analisis lokal dan pemantauan spesies bisa menjadi kunci keberlanjutan restoran. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved