Gunungkidul

Dinas Kebudayaan Gunungkidul Dorong Desa untuk Menulis Sejarah Desa

Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dorong desa untuk tulis sejarah desa dalam bentuk buku.

Dinas Kebudayaan Gunungkidul Dorong Desa untuk Menulis Sejarah Desa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dorong desa untuk tulis sejarah desa dalam bentuk buku.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anak cucu bagaimana sebuah desa di Gunungkidul terbentuk.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, awalnya pihak desa takut salah untuk menulis sejarah desa, namun jika sejarah desa tidak segera ditulis ditakutkan nantinya akan kehilangan narasumber.

"Semua desa punya sejarah harapannya sejarah desa dapat terkuak dalam tulisan berbentuk buku sejarah berdirinya desa, sejak dulu memang sudah mempunyai sejarah namun tokoh-tokoh desa takut salah untuk menuliskannya," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di ruangan kerjanya, Senin (25/3/2019).

Dinas kebudayaan tetap mendorong desa untuk tetap menulis sejarah desa dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat yang memahami berdirinya sebuah desa itu seperti apa dan melakukan pendampingan bagaimana cara menulisnya.

"Setelah dilakukan pendampingan dan juga menghadirkan narasumber kami juga mengajarkan bagaimana cara merangkum dari berbagai narasumber kemudian ditulis, yang menulis adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menulis di suatu desa," ucapnya.

Baca: Warga Giripurwo Gunungkidul Ini Sumringah dapat Jaket Bomber Milik Jokowi,

Agus menuturkan pihaknya bersama desa tetap menerima kritik dan saran dari sejarahwan yang mengerti sejarah terbentuknya suatu desa di Gunungkidul.

"Setelah ditulis dan dijadikan buku maka buku sejarah desa tersebut akan didistribusikan ke perpustakaan desa, kabupaten hingga provinsi. Tujuannya adalah agar jika ada kiritik dan saran dari sejarahwan yang paham mengenai sejarah desa dapat memberikan masukan, tentu saja dengan memberikan bukti otentik. dengan demikian maka seiring berjalannya waktu sejarah desa dapat sempurna," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Sejarah, Bahasa dan Sastra, Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Sigit Pramudyanto mengatakan Kabupaten Gunungkidul melalui tiga sejarah penting seperti dari prasejarah ditemukannya situs-situs purba.

"Selain ditemukannya situs-situs prasejarah dari Sokoliman dan Goa Brahala Gunungkiudl juga menjadi saksi akan lahirnya kerajaan mataram karena wahyu pertama turun di Kabupaten Gunungkidul tepatnya di Mbang Lampir. Ketiga tak kalah penting Gunungkidul kembali menjadi saksi sejarah dalam serangan umum 1 maret," ujarnya.

Baca: Program Asuransi Usaha Tanaman Pangan Kurang Diminati Oleh Petani di Gunungkidul

Lanjutnya dengan adanya penulisan sejarah desa maka pihak desa dapat memahami potensi yang dimiliki oleh suatu desa seperti hari lahir desa, lalu potensi adat tradisi yang ada di suatu desa.

"Ini sesuai dengan visi misi bupati Gunungkidul sebagai kawasan pariwisata yang terkemuka dan berbudaya, dengan adanya sejarah desa maka akan ada jumenengan atau napak tilas kalau sejarah desa didapat kedepan dapat dibuat naskah teater yang lakonnya sejarah pendiri desa," paparnya.

Dengan adanya sejarah desa, maka dapat dimunculkan destinasi-destinasi wisata baru yaitu tempat wisata yang berbasiskan budaya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved