Kota Yogyakarta

TPST Piyungan Ditutup, DLH Kota : Momentum Mendidik Masyarakat

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan akan ditutup untuk penataan selama dua hari.

TPST Piyungan Ditutup, DLH Kota : Momentum Mendidik Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kondisi sepi tanpa aktivitas di dalam TPST Piyungan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan akan ditutup untuk penataan selama dua hari.

Tentu saja hal itu juga berdampak pada sampah di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan paling tidak akan terjadi penumpukan sampah di seluruh Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Yogyakarta.

Meski demikian, menurut dia penutupan TPST Piyungan bisa menjadi ajang pembelajaran untuk masyarakat.

"Katanya akan ditutup dua hari, ya tentu dampaknya akan ada penumpukan sampah. Yang kita lakukan ya cuma menata saja, gimana caranya supaya tidak meluber. Ya tidak apa-apa, malah bisa buat pembelajaran masyarakat," katanya, Minggu (24/3/2019).

Baca: Dibalik TPST Piyungan yang Ditutup

"Biar masyarakat tahu, kalau yang selama ini saya omongkan itu bukan hoaks. Sehingga dengan ini masyarakat bisa mengurangi sampahnya," sambungnya.

Ia mengungkapkan selama ini keberadaan bank sampah sangat efektif untuk mengurangi sampah.

Setidaknya ada sekitar 450 bank sampah di Kota Yogyakarta.

Meski jumlah bank sampah tergolong banyak, namun ada pula bank sampah yang tidak aktif karena sedikitnya anggota.

Baca: Ubah Limbah Jadi Rupiah di Bank Sampah Induk Gemah Ripah

"Bank sampah sangat efektif untuk mengurangi sampah. Karena kan sampah yang tidak terurai bisa dipilah dan diolah oleh bank sampah, sehingga sampah bisa berkurang. Ya memang ada yang bagus ada pula yang butuh perbaikan, ada yang anggotanya cuma 25 ada yang hingga ratusan, " ungkapnya.

Untuk itu ia meminta masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengurangi sampah melalui bank sampah. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved