Jawa

Ratusan Masyarakat Berdoa Bersama di Puncak Gunung Tidar, untuk Indonesia dan Pemilu yang Damai

Mereka menggelar kenduri dan memanjatkan doa untuk kedamaian Indonesia, termasuk Pemilu Tahun 2019

Ratusan Masyarakat Berdoa Bersama di Puncak Gunung Tidar, untuk Indonesia dan Pemilu yang Damai
Istimewa
Ratusan masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Magelang ataupun Kota Magelang, berkumpul di puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Minggu (24/3). Mereka menggelar kenduri dan memanjatkan doa untuk kedamaian Indonesia, termasuk Pemilu Tahun 2019, agar dapat berjalan dengan damai, dan dapat membawa pemimpin yang amanah bagi rakyat. 

Gunungan itu dibakar dan asapnya yang membumbung tnggi ke langit, simbol doa-doa yang berisi ucapan dan harapan yang baik tersebut dikirimkan kepada Yang Maha Kuasa.

Salah satu tokoh agama pun langsung memimpin doa.

Masyarakat dengan khidmat berdoa dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Baru kemudian, 21 buah nasi tumpeng yang baru didoakan itu disantap bersama-sama oleh masyarakat.

Baca: Rapat Umum Terbuka Sudah Dimulai, Peserta Pemilu Berkomitmen Wujudkan Kampanye Damai

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, acara 'Selametan Puser Bumi Merawat NKRI Menjaga Indonesia' ini adalah acara doa bersama masyarakat dengan keinginan agar negara Indonesia ini dapat tetap rukun dan senantiasa makmur.

Acara Doa Bersama dimulai dengan menyiram Tugu 'Sa' yang berada di puncak Gunung Tidar. Tugu ini dipercaya oleh masyarakat sebagai 'Pakuning Tanah Jawa' atau paku atau pusatnya tanah jawa, oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Walikota Magelang, Sigit Widyonindito; Bupati Magelang, Zaenal Arifin.
Acara Doa Bersama dimulai dengan menyiram Tugu 'Sa' yang berada di puncak Gunung Tidar. Tugu ini dipercaya oleh masyarakat sebagai 'Pakuning Tanah Jawa' atau paku atau pusatnya tanah jawa, oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Walikota Magelang, Sigit Widyonindito; Bupati Magelang, Zaenal Arifin. (Istimewa)

"Keinginan kita agar negara ini dapat rukun dan makmur. Persaudaran terus bertambah. Meskipun beda kulit, beda daerah, beda rezeki, semuanya adalah saudara. Kita berdoa agar negeri ini dapat rukun dan makmur," kata Ganjar.

Ganjar menambahkan, begitu juga dengan ajang Pemilu Tahun 2019 mendatang.

Masyarakat berdoa agar Indonesia dapat memiliki pemimpin yang amanah dan mampu mengerti keinginan dari rakyatnya.

Hati pemimpin yang bersih, dan cita-citanya adalah untuk memakmurkan rakyat.

"Semoga doa kita semua dikabulkan. Sore ini kita berkumpul dengan pemikiran dan hati yang bersih, berdoa dengan adat dan tuntutan agama, bersama-sama agar melangkah lebih baik. berdoa untuk negara bangsa, agar menjadi baik bersama-sama," tuturnya.

Baca: Tokoh Ulama Kulon Progo Doakan Pemilu Berjalan Damai

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved