Bisnis

Sriboga Bidik Segmen UMKM Yogyakarta

Jumlah pelaku UMKM yang tidak sedikit khususnya di bidang kuliner di wilayah setempat menjadi alasan dalam pengembangan konsumen tersebut.

Sriboga Bidik Segmen UMKM Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Manajemen Sriboga menunjukkan sejumlah produk disela kegiatan lokakarya bersama para pelaku UMKM, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Produsen tepung asal Jawa Tengah Sriboga membidik segmen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Yogya dalam memperluas wilayah pemasaran.

Jumlah pelaku UMKM yang tidak sedikit khususnya di bidang kuliner di wilayah setempat menjadi alasan dalam pengembangan konsumen tersebut.

Manajer UKM Sriboga, Irfan Wahyudi menerangkan, dalam menjangkau konsumen dari pelaku UMKM khususnya kuliner yang menggunakan bahan-bahan baku tepung terigu pihaknya telah membentuk kelompok pendampingan.

Saat ini terdapat ratusan pelaku UMKM yang tergabung dengan jenis usaha yang beragam, mulai dari pelaku usaha yang bergerak di bidang mie, bakpia, roti, hingga jajanan lainnya.

"Program pemberdayaan ini cakupannya banyak. Kami juga selenggarakan berbagai pelatihan serta manajemen bisnis guna meningkatkan kapasitasnya usahanya," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com di sela kegiatan lokakarya Sriboga, Rabu (20/3/2019).

Adapun kelompok UMKM tersebut dibagi kedalam beberapa komunitas ataupun koperasi.

Sejumlah UMKM digabungkan ke dalam kelompok usaha yang sejenis guna memudahkan proses pendampingan.

Disamping itu, juga diberlakukan parameter penilaian kepada UMKM binaan tersebut untuk melihat sejauh mana perkembangan UMKM selama diberikan pelatihan.

"Kami melihatnya dari sisi tata kelola manajemen bisnis dan juga manajemen keuangannya. Sehingga kita bisa tahu paket pembinaan mana yang akan diberikan," tambahnya.

Selain melakukan pendampingan Sriboga juga giat dalam memberikan lokakarya dan demo seputar tren berbagai macam kue bagi para pelaku bisnis industri kue, UMKM hingga perusahaan rintisan wirausaha kuliner.

Regional Business Manager Central 2 PT Sriboga Flour Mill, Matheus Agung Supriyadi mengatakan, saat ini pelaku UMKM kuliner tidak boleh hanya berpatok pada kemasan produk yang akan dipasarkan.

Meskipun hal itu juga menjadi hal penentu di kalangan konsumen, namun penggunaan bahan baku yang sehat dan berkualitas turut menjadi modal utama bagi pelaku usaha untuk dapat berkembang.

"Di era digital sekarang kami pikir hal itu bisa menjadi peluang usaha yang baik bagi pelaku UMKM. Disamping memanfaatkan bahan baku yang baik dan kemasan yang menarik, pemasaran lewat sosial media menjadi hal penting yang mestinya dilakukan," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved