Kesehatan

Penurunan Ingatan pada Usia 50-an Bisa Disebabkan Depresi ketika Usia 20-an

Para psikolog itu menemukan bahwa depresi atau kecemasan memiliki sedikit efek pada fungsi memori kepada orang dewasa berusia paruh baya.

Penurunan Ingatan pada Usia 50-an Bisa Disebabkan Depresi ketika Usia 20-an
IST
Ilustrasi depresi 

Karena itu mereka menyerukan Pemerintah Inggris untuk melakukan "intervensi" kesehatan mental, sebagai tindak pencegahan yang melindungi kesehatan otak di masa mendatang.

"Temuan ini menyoroti pentingnya efektivitas manajemen depresi untuk mencegah perkembangan masalah kesehatan mental berulang dengan hasil negatif jangka panjang," ujar Dosen Psikologi Senior di University of Sussex, Dr Darya Gaysina kepada Reuters.

"Karena itu kami ingin melihat pemerintah berinvestasi lebih banyak dalam menyediakan kesehatan mental untuk orang dewasa muda (young adult), tidak hanya untuk manfaat langsung pasien, tetapi juga untuk membantu melindungi kesehatan otak masa depan mereka," kata Gaysina.

Selain memori, psikolog juga menilai tingkat depresi dapat ditentukan berdasarkan kefasihan verbal, kecepatan pemrosesan informasi, dan akurasi saat partisipan berusia 50 tahun.

Kehilangan memori akibat gejala depresi yang dialami saat seseorang berusia mudia dapat membuatnya mengalami demensia atau penurunan fungsi otak di usia yang lebih tua.

Penelitian Lab EDGE sebelumnya telah memperlihatkan hasil serupa.

Baca: Depresi dan Kecemasan Jadi Masalah Remaja Saat Ini

Namun, penelitian terbaru ini memiliki sampel representatif secara nasional, yang berarti lebih besar dari sebelumnya.

"Kita tahu dari penelitian sebelumnya bahwa gejala depresi yang dialami pada pertengahan masa dewasa hingga akhir masa dewasa dapat memprediksi penurunan fungsi otak di kemudian hari," ujar mahasiswa di University of Sussex, Amber John.

Menurut John, ia terkejut melihat betapa jelasnya gejala depresi yang persisten selama tiga dekade orang dewasa adalah prediktor penting dari fungsi memori yang lebih buruk di usia pertengahan.

"Dengan publikasi studi ini, kami menyerukan kepada pemerintah untuk berinvestasi dalam menyediakan kesehatan mental untuk membantu membendung risiko berulang kisah depresi dan kecemasan," ujar dia.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved