Yogyakarta

Pemahaman Gender Mesti Diterapkan Mulai Tingkat Paling Bawah

Keluarga sebagai kelompok kekerabatan paling kecil di masyarakat diharapkan bisa menerapkan aspek-aspek kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Gender Mesti Diterapkan Mulai Tingkat Paling Bawah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Aksara, Sri Surani memaparkan, pemahaman tentang kesetaraan gender mesti diterapkan dari hirarki sosial yang paling bawah.

Keluarga sebagai kelompok kekerabatan paling kecil di masyarakat diharapkan bisa menerapkan aspek-aspek kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskan Sri, contoh paling kecil yakni seperti pembagian peran kerja maupun kesepakatan antara laki-laki atau suami dengan perempuan selaku istri dalam kehidupan berkeluarga.

Dalam rumah tangga, kerap masih ditemukan peran ganda yang dilakukan oleh perempuan sehingga cenderung kurang optimal ketika melakukan peran dalam ruang lingkup publik.

"Disamping itu, lewat kegiatan ini kami ingin juga pastikan bahwa proses pembangunan di ranah desa bisa melibatkan semua unsur dalam masyarakat, yang menjadi afirmasi dalam gender itu sendiri. Ada perempuan, lansia, disabilitas, anak-anak, dan sebagainya," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (18/3/2019) malam.

Ditambahkannya, penerapan itu juga mesti dilanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu kelurahan.

Dengan demikian proses pembangunan tidak didominasi oleh sejumlah kelompok tertentu.

"Sehingga kesetaraan gender ada dalam proses pelaksanaan pembangunan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan maupun manfaat," pungkas Sri. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved