Bantul

Akibat Banjir, 62 Hektar Lahan Pertanian Bawang Merah di Bantul Gagal Panen

Hanyutnya perikanan warga dan puluhan hektar Bawang Merah yang mengalami gagal panen, menurut Pulung, sudah dilakukan pendataan.

Akibat Banjir, 62 Hektar Lahan Pertanian Bawang Merah di Bantul Gagal Panen
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selain kerusakan disejumlah infrastruktur, akibat Banjir di Kabupaten Bantul yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian bawang merah terendam air.

Akibatnya para petani mengalami gagal panen.

"Kerugian pertanian akibat banjir. Ada 62 hektar lahan pertanian bawang merah gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Para [DPPKP] Kabupaten Bantul, saat dihubungi Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, puluhan lahan pertanian bawang merah yang mengalami gagal panen berada di wilayah kecamatan Kretek. Kebanyakan terendam oleh banjir luapan sungai Winongo.

Apalagi usia tanam masih muda berkisar antara dua minggu, sehingga ketika terendam air satu hari, akar dan batang menjadi busuk.

"Yang gagal panen, rata-rata Bawang Merah baru tanam. Kalau yang sudah tua [ketika banjir] bisa dipanen muda," terang dia.

Baca: Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Pasar Bantul Merangkak Naik

Akibat gagal panen, Pulung memperkirakan kerugian yang diderita oleh para petani bawang merah di Bantul, mencapai 900 juta rupiah.

Ia juga menyebutkan, selain bawang merah, akibat banjir Bantul Minggu lalu, sebagian perikanan warga ikut hanyut terbawa arus.

Akibatnya banyak pembudi daya ikan gigit jari, mengalami kerugian.

"Perikanan yang hanyut ada di Kecamatan Pandak dan Kretek. Kerugian sekitar Rp 500 juta," kata Pulung.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved