Jawa

Sektor Perikanan di Kabupaten Magelang Belum Tergarap Maksimal

Wilayah Kabupaten Magelang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi. Terlihat dari luas budidaya ikan yang cukup besar.

Sektor Perikanan di Kabupaten Magelang Belum Tergarap Maksimal
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Penebaran benih ikan di Kali Elo, dalam acara gerakan memasyarakatkan makan ikan, di Kampung Ulu Resort, Kota Mungkid, Magelan, Kamis (21/3/2019). 

Menurunya populasi ikan ini disebabkan oleh sebab alami dan sebab lainnya.

Baca: Pemkot Magelang Dapat Apresiasi Wajib Pajak Terbesar

Diantaranya adalah praktek-praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti menggunakan racun ikan, bom ikan, dan setrum.

Hal tersebut menyebabkan jumlah ikan menjadi menurun.

"Ada yang menggunakan racun ikan, bom ikan, penyetruman untuk menangkap ikan. Kami sangat prihatin masih ada yang melakukan praktet tersebut. Kami minta agar semua pihak untuk memberantas praktek-praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan," katanya.

Adi juga menambahkan, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Magelang masih sangat jauh dibanding tingkat konsumsi ikan Nasional saat ini.

Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Magelang baru mencapai 19,04 Kg perkapita per tahunnya.

"Hal ini masih jauh dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan nasional yang mencapai 43,88 Kg perkapita per tahun," ujar Adi.

Baca: Ribuan Pemilih Masuk di Daftar Pemilih Tambahan Kota Magelang

Masalah ini menjadi tantangan bagi Kabupaten Magelang untuk meningkatkan angka tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Magelang, paling tidak menyamai tingkat konsumsi ikan Nasional per tahunnya.

"Melalui kegiatan gemar makan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pada generasi milenial dan anak-anak untuk lebih gemar dalam mengkonsumsi ikan," katanya.

Dalam kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan sendiri, Dinas Peterikan Kabupaten Magelang mengajak masyarakat, penggiat sungai, dan Forkompinda Kabupaten Magelang untuk menebar benih ikan di Kali Elo.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved