Yogyakarta

Pemda DIY Desak Angkasa Pura 1 Realisasikan Target Operasional Bandara NYIA pada April Mendatang

Pemda DIY Desak Angkasa Pura 1 Realisasikan Target Operasional Bandara NYIA pada April Mendatang

Pemda DIY Desak Angkasa Pura 1 Realisasikan Target Operasional Bandara NYIA pada April Mendatang
Dok AP1
Citra udara kondisi terkini di sekitar fasilitas landasan pacu NYIA, Maret 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi DIY mendesak Angkasa Pura 1 untuk segera merampungkan target pembangunan  bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan agar target operasional pada tanggal 7 April bisa dilaksanakan.

“Kami terus mendesak PT AP 1 untuk sesuai janji pembangunan tanggal 7 April mendatang. Kalau memang tidak bisa biar disampaikan mereka (AP 1),” kata Sekda DIY, Gatot Saptadi di Kompleks Kepatihan, Kamis (21/3/2019).

Hingga saat ini, Gatot mengaku masih menunggu informasi terbaru terkait dengan progres pembangunan bandara baru tersebut. Dia menjelaskan, belum mengetahui informasi terbaru soal bandara ini.

“Tim advance juga terakhir tanggal 22 Maret. Belum menyampaikan apa-apa. Nanti biar AP 1 lapor hasilnya bagaimana,” jelasnya.

Baca: Akhir Bulan Ini, Kementerian Perhubungan Akan Tentukan Status Bandara NYIA Kulonprogo

Gatot sebelumnya menjelaskan, fungsional bandara baru ditargetkan bulan April mendatang masih belum dipastikan. Hal ini masih menunggu tim percepatan dari Kementrian Perhubungan terkait layak atau tidaknya launching operasional bandara tersebut.

Tim advanced dari Kementrian Perhubungan ini akan melakukan verifikasi pada tanggal 1 hingga 15 Maret ini. Usai verifikasi proses pembangunan NYIA, nantinya akan segera diumumkan layak atau tidaknya bandara baru ini dioperasionalkan pada bulan April mendatang.

Pihaknya menjelaskan statemen dari pihak berkepentingan ini terkait dengan sisi kelayakan dan operasional. Atau, memang bandara ini hanya layak uji coba atau memang layak untuk penerbangan perdana.

“Artinya apakah nanti juga bisa beroperasi tanda petik, bisa didarati pesawat utamanya flight internasional yang mendarat. Ini nanti yang menjadi bagian lain yang disepakati bersama. Atau, bisa didarati dengan kapasitas tertentu dengan mengoptimalkan penerbangan regular internasional. Tunggu lah nanti bagaimana,” jelasnya.

Baca: Komisi C DPRD DIY Dorong Penyusunan Masterplan Bidang Agrikultur dan Akuakultur

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved