Yogyakarta

PWI DIY dan Unisa Yogyakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kepada Wartawan

Pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, cek kolesterol, cek tensi dan cek lemak ini berlangsung di Unisa Yogyakarta.

PWI DIY dan Unisa Yogyakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kepada Wartawan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Sejumlah wartawan mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar oleh PWI DIY dan Unisa Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi rekan media pada Rabu (20/3/2019).

Pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, cek kolesterol, cek tensi dan cek lemak ini berlangsung di Unisa Yogyakarta.

Baca: BUMN Sediakan Program Magang untuk 9.000 Mahasiswa Se-Indonesia

Ketua PWI DIY, Sihono menyampaikan, kerja warwawan dengan tuntutan tinggi membuat pola hidup tidak wajar dan pola makan tidak biasa yang dapat membuat fisik wartawan tidak seperti yang diharapkan.

"Melihat ini Unisa Yogyakarta terpanggil agar bagaimana fisik wartawan menjadi baik dan sehat dengan menyelenggarakan talkshow kesehatan. Sehingga wartawan diharapkan fisiknya kuat. Kalau tidak kuat maka hasil karya jurnalistik tidak akan baik," katanya.

Baca: Ketua PWI DIY : Media Massa Harus Netral Sikapi Pemilu

Talkshow bertajuk 'Darurat Fisik Awak Media' ini menghadirkan pembicara Dekan Fikes Unisa Yogyakarta, Ali Imron.

Ali Imron mengatakan, melihat jam kerja seorang wartawan yang tidak menentu, maka kebutuhan fisik prima wartawan menjadi nomor satu

"Yang terpenting di dalam pikiran dan hati wartawan kan berita dan sumber berita, seringkali badan tidak dipikirkan. Warawatan sehat butuh fisik yang prima, karena kinerja intelektual seorang wartawan didukung dengan fisik prima," ungkapnya.

Baca: Kenalkan Pasar Modal di Lingkungan Akademisi, Unisa dan FAC Buka Galeri Investasi UnisaGain

Ia menyebutkan beberapa potensi gangguan fisik pada wartawan yang kerap muncul yakni gangguan lambung, gangguan sistem musculo skeletal, gangguan pada kepala seperti migrain dan vertigo, gangguan pada mata, gangguan tidur dan stress.

"Perubahan postur hingga cara mengetik yang tidak benar. Yang harus dilakukan adalah koreksi posisi. Stretching is the best medecine. Mengapa? Ketika otot berkontraksi itu menghasilkan cairan anti inflamasi. Menyehatkan sendi, mengurangi nyeri dan sakit kepala, meningkatkan body posistion," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved