Travel

PHRI Yogyakarta : Okupansi Hotel Masih di Kisaran Angka 40 Persen

Turunnya tingkat kunjungan wisatawan pada Januari lalu diakui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY masih berlanjut hingga Maret ini.

PHRI Yogyakarta : Okupansi Hotel Masih di Kisaran Angka 40 Persen
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Sejumlah wisatawan berjalan-jalan di kawasan Malioboro, Sabtu (12/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Turunnya tingkat wisatawan pada Januari lalu diakui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY masih berlanjut hingga hampir penghujung Maret ini.

Humas PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan, berdasarkan angka perhitungan pemesanan kamar tamu pada sejumlah anggota di dapati masih berada di angka 40% saja.

Adapun tamu yang mendominasi masih pada kalangan wisatawan nusantara (wisnus).

Kondisi ini dinilainya tidak akan berlangsung lama.

Jelang April dan memasuki periode bulan puasa di Mei nanti diperkirakan menjadi musim yang cukup baik bagi industri perhotelan.

"Saat ini cendurung turun di bulan maret ini, rata-rata hanya 40% dari data yg diterima lewat anggota PHRI di tanggal 20 maret ini," kata Deddy pada Tribunjogja.com.

Deddy melanjutkan, pada musim sepi wisatawan pihaknya sedikit banyak terbantu lewat penyelenggaraan kegiatan Jogja Heboh yang diselenggarakan pada Februari lalu.

Okupansi hotel meningkat hingga pada kisaran 58-65% akibat banyaknya sejumlah atraksi dan hiburan lain yang dihadirkan.

"Terutama dari wisman yang berasal dari Asean kita cukup banyak. Jadi tren nya Januari anjlok, kemudian meningkat lagi di Februari dan kembali turun di bulan ini," imbuhnya.

Baca: Musim Liburan Akhir Tahun, PHRI Sleman Sebut Okupansi Hotel Hampir Mencapai 100 Persen

Sementara Ketua Asita DIY, Sudiyanto menjelaskan, ada beberapa penyebab yang menjadi latar belakang menurunnya jumlah wisatawan di Januari 2019 lalu dibanding dengan pada Desember 2018.

Halaman
12
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved