Bantul

Ketika Rumah Jawa Paijan Hanyut Tersapu Arus Sungai. . .

Banjir dadakan yang datang dari atas bukit itu menyebabkan sejumlah pondasi rumah warganya retak. Kandang ayam hanyut.

Ketika Rumah Jawa Paijan Hanyut Tersapu Arus Sungai. . .
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Paijan menunjukkan lokasi dimana rumah Jawa miliknya hanyut saat banjir menerjang. Lokasi tersebut kini menjadi daerah aliran sungai. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Minggu 17 Maret 2019.

Jarum jam baru saja tergelincir dari angka tujuh sore, ketika Paijan bersama istrinya Rubinah dan dua anaknya Nur cahyo serta Desti mengamankan bahan pokok dan perabotan rumah.

Kala itu, sepanjang hari hujan deras turun.

Air mulai menggenang rumah Paijan di Kampung Kedungmiri-Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Tak berselang lama, suara bergemuruh terdengar sangat jelas dari Bukit watu Lawang yang berada dibelakang rumah Paijan.

Rupanya, air bercampur batu turun.

Baca: Truk DLH Bantul Dikerahkan untuk Angkut Tanah dari Lokasi Longsor

"Air dari bukit turun. Saya melihatnya mumbul-mumbul banyak sekali. Kamar mandi hancur. Pondasi dan rumah langsung rubuh [hanyut]," kata Paijan, Selasa (19/3/2019), ketika menceritakan kejadian rumahnya hilang.

Banjir dadakan itu seperti mengamuk.

Menerjang apa saja yang dilaluinya. Paijan pasrah, melihat rumahnya hanyut terbawa arus.

Ia menyelamatkan diri dan keluarganya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved