Yogyakarta

Jelang Pra-PON, Pelatih DIY Masih Kesulitan Menyusun Program Latihan

Jelang Pra-PON, Pelatih Sejumlah Cabang Olahraga di DIY Masih Kesulitan Menyusun Program Latihan

Jelang Pra-PON, Pelatih DIY Masih Kesulitan Menyusun Program Latihan
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto membuka secara seremonial Kejurda Panjat Tebing DIY 2018 di Kompleks Stadion Mandala Krida, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, KONI DIY menilai deretan pelatih masih mengalami kesulitan dalam menyusun program latihan. Padahal, hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena menentukan kesuksesan atlet.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, pihaknya ingin memandu para pelatih, melalui workshop peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelatih Pra Pon tahun 2019, yang berlangsung di Kantor KONI DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (20/3/2019).

"Kami memandu, membantu pelatih untuk menyusun program latihan, dimana peak-nya ada di Pra-PON ya. Selama ini, kita identifikasi, kesulitan pelatih-pelatih terutama di penyusunan program latihan," katanya.

Menurutnya, dengan program latihan yang baik dan benar, atlet dapat mencapai performa terbaiknya saat bertanding di ajang kualifikasi multi sport event tingkat nasional tersebut. Ia pun berpesan, agar instruktur memberikan pemahaman sesederhana mungkin.

Baca: Persib Bandung Akan Datangkan Dua Pemain Asing Lagi, Siapa Pemain Non Asia yang Akan Dicoret?

"Misalnya ya, peak di bulan September, terus ditarik ke belakang, masih berapa bulan, training kan ada periode persiapan, kompetisi, lalu transisi. Nah, itu yang kita bantu, sehingga prestasi terbaik atlet kita, ada saat Pra-PON," cetusnya.

Terlebih, imbuh Djoko, ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang kualifikasinya berlangsung lebih dari satu pertandingan, atau menerapkan model sirkuit. Praktis, untuk menghadapi sistem semacam itu, dibutuhkan penyusunan program latihan yang lebih detail.

"Ya, jadi ada beberapa pertandingan, karena pakai sistem poin, itu ada yang namanya double peaking, atau triple peaking. Ini harus dicermati pelatih," ungkapnya.

Baca: Jika Lolos Semifinal Piala Presiden 2019, Persija Jakarta Akan Jalani 3 Laga Dalam Waktu 4 Hari

"Tapi, yang pasti, mereka harus tahu dulu, kapan Pra-PON itu, karena jadwalnya macam-macam, ada yang sudah, terus baru Juli. Bahkan, ada yang September, atau November. Tapi, paling lambat Desember ya, sesuai regulasi PB PON," tambah Djoko.

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY itu menjelaskan, 133 peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini, merupakan pelatih dari Pengurus Daerah (Pengda) cabor, termasuk dua anggota baru KONI DIY, rugby dan soft tennis.(tribunjogja)

Penulis: aka
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved