Rumahnya Dikontrak Pelaku Upal, Pemilik Sebut Tidak Ada yang Mencurigakan

Barmawi sama sekali tidak menyangka jika pengontrak salah satu rumah miliknya digerebek oleh polisi.

Rumahnya Dikontrak Pelaku Upal, Pemilik Sebut Tidak Ada yang Mencurigakan
Tribunjogja.com/ Alexander Ermando
Rumah milik Barmawi, warga Dusun Mertosutan, Sidoluhur, Godean, Sleman yang dikontrakkan dan menjadi "pabrik" pembuatan upal 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Barmawi sama sekali tidak menyangka jika pengontrak salah satu rumah miliknya digerebek oleh polisi. Pengontraknya tersebut ternyata adalah bagian sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal).

Saat ditemui Tribunjogja.com di rumahnya yang beralamat Dusun Mertosutan, Sidoluhur, Godean, Sleman, Barmawi menceritakan dirinya sedang tidak berada di rumah saat penggerebekan berlangsung.

"Saya saat itu sedang sibuk mengurusi istri saya yang sedang dirawat di rumah sakit," tutur Barmawi pada Selasa (19/03/2019) sore.

Baca: Sindikat Upal Senilai Rp4,6 Miliar di Kontrakan Godean, Pelaku Berprofesi Dukuh dan Guru Honorer

Saat itulah, ia dihubungi oleh Dukuh setempat, mengabarkan bahwa polisi sedang melakukan penggerebakan di salah satu rumah milik kontrakannya tersebut.

Penggerebekan sendiri berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (18/03/2019) menurut laporan dari Polsek Godean. Sekitar pukul 12.00 WIB, Barmawi pun pulang ke rumah.

"Begitu saya sampai di rumah, orang masih ramai berkumpul di sana," jelas pria paruh baya ini sambil menunjuk rumah yang ia kontrakkan.

Rumah yang Barmawi kontrakkan tersebut lokasinya tidak jauh dari kediaman pribadinya. Jaraknya sekitar 50 meter.

Rumah bercat biru tersebut posisinya cukup ke dalam dan sedikit jauh dari jalan kampung. Halaman depannya pun banyak tumbuh tanaman tinggi dan pepohonan.

Menurut Barmawi, mereka mulai mengontrak di tempatnya sejak 2 minggu lalu. Mereka pun datang dengan membawa Kartu Keluarga (KK) disertai uang muka.

"Mereka bilang asalnya dari Magelang, yang mengontrak pakai nama yang paling tua, umurnya sekitar 60 tahun," ujar pria yang berprofesi sebagai guru ini.

Berdasarkan jumpa pers di Polsek Godean siang tadi, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan bahwa dua tersangka yaitu Eko Yulianto (61) dan Nuryanto (66) berasal dari Magelang, Jawa Tengah.

Rumah yang dikontrak tersebut dijadikan "pabrik" untuk memproduksi upal. Sejumlah peralatan pun ditemukan saat penggerebekan dilakukan.

Petugas kepolisian dan dari BI perwakilan DIY memperlihatkan uang palsu
Petugas kepolisian dan dari BI perwakilan DIY memperlihatkan uang palsu (Tribunjogja/ Santo Ari)

Kedua tersangka tersebut bertugas untuk membantu produksi upal tersebut.

"Otak sindikatnya sendiri adalah Hadi Sucipto (38) warga asal Pati, Jawa Tengah," kata Yuliyanto.

Barmawi sendiri mengaku baru bertemu para pelaku sebanyak 2 kali. Pertama saat pembayaran uang muka kontrakan, dan kedua saat ia memasangi lampu rumah tersebut.

Namun selama 2 minggu di sana, Barmawi menyebut perilaku para pengontraknya tersebut tidak ada yang mencolok.

"Sepengamatan saya ya tidak ada yang mencurigakan," katanya.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved