Penanganan Longsor di Makam Imogiri Harus Segera dilakukan

Untuk Makam Raja-raja Imogiri, yang mengalami longsor akan dilakukan 3 langkah persiapan penanganan.

Penanganan Longsor di Makam Imogiri Harus Segera dilakukan
Tribun Jogja/Wahyu Setiawan N
Hujan yang mengguyur seharian kemarin mengakibatkan longsor di kompleks pemakaman raja-raja di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta 

Dia menyampaikan juga akan dilakukan pencermatan genangan air yang ada di permukaan. Dimana hal ini dimaksudkan agar genangan air bisa diperlancar.

"Mudah-mudahan ini bisa mengurangi atau menahan, memberhentikan kerusakan yang lebih besar lagi. Kedua, penanganan permanen. Tadi sudah kita bicarakan mudah-mudahan dalam waktu sebulan dua bulan ini konstruksi untuk perbaikan sudah bisa kita lakukan. Kita juga telah mencermati mana yang prioritas akan ditangani lebih awal supaya kerusakan tidak lebih besar," jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga masih menunggu rekomendasi dari Gubernur.

"Yang terakhir kita menunggu Pak Gubernur. Beliau akan melihat sendiri kondisinya sehingga ada saran-saran beliau, kebijakan seperti apa yang harus dilakukan," katanya.

Sementara itu, Heru Suroso Sekretaris BPBD DIY menyampaikan jika paling tidak terpal yang digunakan membutuhkan sebanyak 100 buah dengan ukuran 5x9 meter. Terpal ini digunakan untuk menutup permukaan yang perlu dilindungi dari hujan.

Mengenai pemasangan terpal, sampai saat ini pihaknya masih terhambat oleh lokasi yang terlalu tegak dan curam sekali. Yang mana tanah yang ada juga merupakan tanah labil.

"Pertama terlalu tegak, kan itu curam banget. Kedua, tanah labil. Ketiga, kita ingin menjaga keselamatan Tim Reaksi Cepat. Meskipun sebenarnya ada yang berani tapi kita tidak berani ambil risiko. Kalau pemasangan kita sedang mencari upaya darurat dulu, minimal terselamatkan dari aliran airnya," ungkapnya.

Dia menyampaikan aliran air tersebut akan merongrong tanah, sehingga ketika hujan dalam intensitas yang lama seperti pada Minggu (17/3) sangatlah bahaya.

"Tdi ada dua alternatif, yaitu dipasang terpal. Terpal itu sudah kita dorong sejak kemarin. Tapi gimana teknis masangnya itu sampai sekarang masih kita pikirkan. Kedua dengan teknologi tinggi cement sprayer. tapi cement sprayer itu mengkhawatirkan karena tanahnya itu labil dipasang semen takutnya juga ambrol. Kita masih memikirkan alternatif lain juga," terangnya. (may)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved