Kota Yogyakarta

Pasar Tradisional juga Harus Mendukung Pembatasan Plastik

Ia menyebut bahwa jumlah sampah di Kota Yogyakarta selalu meningkat dari tahun ke tahun, khususnya sampah plastik juga masuk kriteria yang mengkhawati

Pasar Tradisional juga Harus Mendukung Pembatasan Plastik
ist/net
Ilustrasi DPRD Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Christiana Agustiani mendukung upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mewujudkan Peraturan Walikota (Perwal) tentang Pembatasan Kantong Plastik.

Ia menyebut bahwa jumlah sampah di Kota Yogyakarta selalu meningkat dari tahun ke tahun, khususnya sampah plastik juga masuk kriteria yang mengkhawatirkan.

"Kenaikan volume sampah dapat filihat salah satunya dari besaran anggaran pembuangan sampah ke TPA Piyungan yang tahun lalu sekitar Rp 1,3 miliar, tahun ini naik menjadi Rp 2 miliar," ungkapnya, Senin (18/3/2019).

Baca: Pemkot Yogyakarta Siapkan Perwal Penggunaan Kantong Plastik

Selanjutnya, wanita yang akrab disapa Ana ini juga mengatakan bahwa kebijakan dalam Perwal tersebut harus berbunyi tegas, tidak ada kondisi abu-abu yang memungkinkan penyedia layanan seperti mini market maupun supermarket untuk menyediakan kantong plastik berbayar.

"Kalau seperti yang sudah ada selama ini, tambah kantong plastik berbayar, ya sama saja. Ini maksudnya kantong plastik non organik ya. Kalau mau dikenakan harga tambahan untuk plastik organik atau bahkan tas belanja kain yang dijual mini market, silahkan," ungkapnya.

Selain mini market dan super market, sektor lain yang juga dirasa penting oleh politisi Partai Gerindra tersebut untuk mendukung pembatasan penggunaan kantong plastik adalah pasar tradisional.

Menurutnya, ibu-ibu yang berbelanja di pasar tradisional dulunya menjunjung tinggi tradisi membawa tas belanja sendiri dari rumah.

Mulai tas kain hingga tas anyaman yang bisa dipakai berulang kali.

Baca: DLH Kota Yogya Berharap Plastik Organik Digunakan secara Massal

"Jadi pedagang tidak perlu menyediakan kantong plastik besar. Hanya menyediakan plastik kecil itu pun terbatas penggunaannya misalkan ikan dan daging," ungkapnya.

Ia pun berharap, agar selanjutnya masyarakat membiasakan diri untuk selalu membawa tas belanja sendiri kemanapun hendak pergi.

"Karena yang jadi kendala kadang-kadang begitu keluar, belum niat belanja, tapi akhirnya mampir berbelanja. Ini yang menjadi penting agar selalu membawa tas belanja dari rumah," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved