Yogyakarta

Hujan Deras, 4.917 Warga DIY Terdampak Banjir dan Longsor

Akibat kejadian tersebut dua orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang hilang.

Hujan Deras, 4.917 Warga DIY Terdampak Banjir dan Longsor
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Alat berat dikerahkan untuk melakukan proses pencarian dua korban yang diduga masih tertimbun tanah longsor di Kedung Buweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 4.917 warga di DIY terdampak bencana banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari Minggu (17/3/2019).

Akibat kejadian tersebut dua orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang hilang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan, dari laporan Pusdalops TRC BPBD DIY jumlah warga terdampak keseluruhan untuk seluruh wilayah DIY sampai kemarin pagi sebanyak 4.917 jiwa.

Dari data terakhir pengungsi di Kulonprogo mencapai 324 jiwa sementara di Bantul ada 12 orang.

“Tapi saat ini sebagian warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing, sebagian di antaranya masih bertahan di pos pengungsian,” ujarnya, Senin (18/3/2019).

Baca: Terkena Banjir, Sebanyak 562 Warga Kulon Progo Diungsikan ke Stadion

Adapun dua korban meninggal dalam kejadian bencana ini adalah Sudiatmojo (80), warga Panjimatan, Wukirsari, Imogiri dan Painem (70), warga Numpukan Rt 7 Rw 14, Karangtengah, Imogiri.

Sementara, tiga korban hilang diantaranya adalah Eko Supadmi (Pajimatan, Rt.02 Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri), Rutfi (Pajimatan Rt 02 Kedungbuweng, Wukirsari Imogiri), dan satu warga belum diketahui warga
Seloharjo, Pundong.

Baca: Banjir di Pantai Ngrenehan, Kapal Nelayan Banyak yang Rusak

Biwara menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertolongan dan penyelamatan sampai ke evakuasi di titik aman dan melakukan operasi pencarian yang berlokasi di Kedungbuweng, Imogiri dan di Seloharjo, Pundong yang diperkirakan masih terdapat satu korban yang diduga masih tertimbun.

“Dukungan layanan kesehatan, pemenuhan logistik dan peralatan masih terus dilakukan hingga sekarang seperti air bersih, pakaian hangat, terpal, alas tidur, selimut, dapur umum, obat-obatan, alat-alat untuk kebersihan dan kerja bakti,” urainya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved