Kriminal

Dokter Temukan Zat Korosif pada Korban Miras Oplosan

RSUD Jogja menyebut AP dan HKS, diduga meninggal karena miras oplosan di Jagalan, Pakualam mengalami gejala yang sama.

Dokter Temukan Zat Korosif pada Korban Miras Oplosan
ist
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - RS Jogja menyebut AP dan HKS, diduga meninggal karena miras oplosan di Jagalan, Pakualam mengalami gejala yang sama.

Staf Seksi Rawat Jalan RS Jogja, Adi Setiawan mengatakan kedua korban sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat, namun belum sempat dirawat di bangsal.

Saat pertama kali datang, kedua korban sudah mengalami gagal nafas dan sulit diajak berkomunikasi.

Menurut hasil pemeriksaan, korban mengalami intoksikasi atau keracunan yang cukup parah, karena terjadi pendarahan pada lambung.

Ketika dilakukan penyedotan, cairan yang terkandung dalam lambung berwarna hitam.

Hal itu meupakan ciri khas intoksikasi.

Baca: Polisi Kejar Penjual Miras Lewat HP Korban

"Gejala yang dialami oleh kedua korban sama. Gagal nafas dan terjadi pendarahan pada lambung, saat disedot, cairannya itu warna hitam, itu adalah ciri khas intoksikasi. Kalau keracunan, kan saluran yang diserang pertama adalah pencernaan, nanti bisa merembet ke organ yang lain,seperti jantung dan ginjal," katanya saat ditemui di RS Jogja, Senin (18/3/2019).

Ia menjelaskan menurut hasil pemeriksaan ditemukan zat korosif, salah satunya adalah adalah etil alkohol (etanol).

Zat korosif tersebut yang menyebabkan rusaknya jaringan mukosa lambung sehingga mengakibatkan pendarahan.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved