Bukalapak Pastikan Tak Ada Data Pengguna yang Berhasil Dicuri Peretas Pakistan

hacker asal Pakistan, Gnosticplayers, mengklaim telah mencuri jutaan akun dari sejumlah situs populer di dunia, termasuk Bukalapak dan YouthManual.

Bukalapak Pastikan Tak Ada Data Pengguna yang Berhasil Dicuri Peretas Pakistan
Istimewa
Ilustrasi - Para mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia yang lolos seleksi regional tengah mengikuti seleksi final di Jakarta untuk memperebutkan program BukaBeasiswa Bukalapak. 

Dari jumlah itu, sebanyak 13 juta akun disebut berasal dari Bukalapak dan 1,12 juta dari YouthManual.

Situs lain yang juga menjadi sasaran pencurian akun adalah GameSalad (1,6 juta akun), Lifebear (3,86 juta akun), EstanteVirtual (5,45 juta akun), dan Coubic (1,5 juta akun).

Database dari jutaan akun online tersebut dijual di pasar gelap internet dengan harga 1,2431 Bitcoin atau sekitar 5.000 dollar AS (Rp 71 juta).

Namun, sang peretas tidak memberikan keterangan lebih lanjut soal informasi apa saja yang dicuri dari akun-akun ini, di luar menyebutkan jumlahnya saja.

Sebelumnya, peretas Gnosticplayers sudah pernah menjual akun curian dalam beberapa tahap.

Pada tahap pertama, dia menjual sebanyak 620 juta akun yang dicuri dari 16 situs populer di dunia.

Kemudian pada tahap kedua, Gnosticplayers menjual setidaknya 127 juta akun dari delapan situs populer. Pada tahap ketiga, ada sebanyak 92 juta akun dari delapan situs populer. (Yudha Pratomo)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukalapak Bantah Jutaan Akun Penggunanya Dicuri Hacker"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved