Tiba di Pengadilan, Teroris Brenton Tarrant Tak Tunjukkan Rasa Menyesal Membunuh 49 Orang

Brenton Tarrant, ektremis sayap kanan yang merekam dirinya saat melakukan penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, dibawa ke Pengadilan, Sabtu

Tiba di Pengadilan, Teroris Brenton Tarrant Tak Tunjukkan Rasa Menyesal Membunuh 49 Orang
AFP/Mark Mitchell
Brenton Tarrant, ektremis sayap kanan yang melakukan penembakan brutal di dua masjid dibawa ke Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru 

TRIBUNJOGJA.COM - Brenton Tarrant, ektremis sayap kanan yang merekam dirinya saat melakukan penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, dibawa ke Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019).

Teroris kulit putih ini hampir tak menunjukkan penyesalan atas aksi yang menewaskan 49 orang itu.

Bahkan saat muncul di persidangan, Tarrant malah menunjukkan senyum sinis kepada awak media.

Bahkan, dia memasang simbol “oke” terbalik atau simbol yang sering digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis kulit putih di seluruh dunia.

Baca: Kisah Naeem Rashid yang Coba Merebut Senjata Pembunuh saat Aksi Teror di Masjid Selandia Baru

Tarrant muncul dengan tangan diborgol, tak mengenakan sepatu, dan memakai kain putih. Dalam sidang ini, dia tidak mengatakan sepatah kata pun.

Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru mendakwa Tarrant dengan pembunuhan terhadap komunitas Muslim.

Setelah sidang awal ini, dia akan dikirim ke Pengadilan Tinggi untuk disidang pada 5 April mendatang.

Penghargaan untuk Polisi

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sangat mengapresiasi kesigapan polisi yang menangkap Brenton Tarrant, teroris penembak masjid di Christchurch.

Dalam konferensi pers di Christchurch, Ardern mengatakan dia bakal memberi penghargaan terhadap dua polisi yang menangkap Tarrant.

Video amatir yang memperlihatkan dua orang polisi dengan senjata teracung menuju ke arah mobil Brenton Tarrant
Video amatir yang memperlihatkan dua orang polisi dengan senjata teracung menuju ke arah mobil Brenton Tarrant ()

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, mobil Tarrant terbalik setelah dihantam mobil polisi, dengan dua petugas bersenjata menuju ke arahnya.

"Mereka berdua adalah polisi komunitas kota. Saya mengerti kalau mereka berasal dari Lincoln," ujar Ardern dikutip New Zealand Herald, Sabtu (16/3/2019).

PM berusia 38 tahun itu menjelaskan Tarrant bergerak cepat setelah melakukan pembunuhan di Masjid Al Noor menuju Masjid Linwood yang berjarak sekitar 5 kilometer.

Dia berkata jika saja kedua polisi itu tidak menabrakkan mobilnya dan menghentikan Tarrant, teroris 28 tahun itu bakal terus melanjutkan aksinya.

Ardern mengatakan polisi langsung merespons dan menangkap Tarrant sekitar 36 menit setelah laporan kepada mereka dilayangkan. (Tribunjogja/Kompas.com)

Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved