Bantul

Lewat Batik, Tatang Suarakan Kelestarian Alam

Seni adalah keindahan yang mampu membangkitkan perasaan bagi pencipta dan penikmatnya.

Lewat Batik, Tatang Suarakan Kelestarian Alam
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tatang Elmy Wibowo menunjukkan satu karya batik lukis miliknya bertema Harimau Jawa di Gallery Leksa Ganesha di daerah Tembi RT 04, Timbulharjo Sewon, Bantul 

Batik karya Tatang dibanderol dengan harga bervariasi dari mulai Rp 150 ribu, Rp 450 ribu hingga Rp 15 juta. Tergantung tingkat kerumitannya.

Padukan Batik, Musik dan Film

Tatang tak pernah puas dalam berkarya. Setelah sukses dengan batik realis, ia kini mulai mengembangkan perpaduan antara batik, musik dan film. Tiga unsur itu disatukan dalam sebuah karya berbentuk video klip.

Projek ini terbilang baru. Tatang baru merintis awal tahun 2019 ini. "Jadi orang-orang nantinya bisa menikmati keindahan batik, mendengarkan alunan musik dalam sebuah video klip," ungkap dia.

Tatang sempat menunjukkan satu video klip miliknya kepada Tribunjogja.com. Dalam video tersebut menggambarkan tentang keindahan batik Nusantara, alunan musik akustik dan daun talas yang bercerita tentang relasi sosial. Tatang mengaku bermain simbol dalam video tersebut.

Mengapa simbol daun talas. "Karena setelah awan panas keluar dari Merapi semua hutan yang dilaluinya akan ikut terbakar. Setelah hutan terbakar, tanaman yang pertama kali tumbuh adalah talas. Ia adalah sumber cadangan makanan luar biasa bagi masyarakat yang terkena bencana," Tatang menjelaskan.

Daun talas juga berbentuk hati. "Sebagai simbol cinta," ungkap dia.(tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved