Penembakan di Masjid Selandia Baru

Identitas Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru yang Tewaskan 49 Orang

Dari penyelidikan kepolisian, dipastikan bahwa pelaku penembakan yakni Brenton Tarrant (28) yang berasal dari Grafton, New South Wales, Australia

Identitas Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru yang Tewaskan 49 Orang
Mail Online
Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru, Brenton Tarrant 

Namun Tarrant tidak pernah berbagi masalah kepercayaan politik maupun agama.

Sebelum melakukan aksi tersebut, Tarrant diketahui sempat membagikan pemikirannya melalui akun twitter.

Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, tempat terjadinya serangan teror penembakan massal.
Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, tempat terjadinya serangan teror penembakan massal. (AAP/ Martin Hunter)

Ia mengaku terinspirasi oleh Anders Breivik yang membunuh 77 orang di Oslo, Norwegia pada tahun 2011 silam.

Awalnya ia menyebut akan melakukan aksinya di Masjid Dunedin. Tetapi setelah melihat masjid di Christchruch dan Linwood, ia pun berubah pikiran.

Ia juga mengatakan sudah merencanakan aksi tersebut sejak dua tahun belakangan. Sementara keputusan menyerang masjid di Christchrunch baru diambil sekitar tiga bulan lalu.

Tarrant juga mengaku bahwa dirinya pendukung Donald Trump yang disebutnya sebagai simbol supremasi kulit putih.

Dalam keterangannya, ia menceritakan bahwa dirinya lahir dari kalangan kelas pekerja, dengan pendapatan rendah. Ia juga memiliki masa kanak-kanak yang biasa-biasa saja.

Sementara alasannya melakukan pembantaian adalah untuk mengurangi jumlah imigran di Eropa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan brutal terjadi di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) pagi waktu Indonesia atau Jumat siang waktu Selandia Baru. Mail Online melaporan setidaknya ada 30 orang tewas kemudian bertambah menjadi 49 orang, dalam perstiwa berdarah yang disiarkan langsung oleh pelaku melalui Facebook Live ini.

Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa mereka mendengar paling tidak 50 rentetan tembakan dari senapan semi otomatis. Saksi mata lainnya mengaku melihat ceceran darah di mana-mana, serta jasad-jasad yang bergelimpangan di dalam masjid.

Halaman
123
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved