2 Siswi SMP di Kulon Progo Ogah Ikut UNBK 2019, Gara-gara Terlanjur Dekat dengan Lawan Jenis

Alasannya kedua siswi tersebut enggan bersekolah lagi karena ada kejadian yang tidak diinginkan, keduanya juga sempat mogok sekolah

2 Siswi SMP di Kulon Progo Ogah Ikut UNBK 2019, Gara-gara Terlanjur Dekat dengan Lawan Jenis
via bilderbeste.com
ILUSTRASI 

Di antaranya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulon Progo.

Selain itu pihak skeolahjuga mendapat sumbangan dari wali murid maupun ikatan alumni dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"SMP Negeri kami usahakan bisa UNBK mandiri di 2020. Kalau yang swasta jadi tanggungjawab yayasan namun tetap ada bantuan dari pemerintah," kata Sumarni pada Tribunjogja.com, Jumat (15/2/2019).

Alokasi bantuan dana itu sedikit banyak memang turut mendongkrak kemampuan sekolah dalam penyiapan sarpras sehingga semakin banyak sekolah yang mampu menggelar UNBK secara mandiri.

Pada 2017 tercatat baru ada 15 sekolah dari total 81 SMP/Mts yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Selang setahun naik menjadi 31 sekolah.

Untuk tahun ini kembali bertambah menjadi total 49 sekolah dengan total siswa yang ikut UNBK sebanyak 5.964 siswa.

Di antara sekolah yang tahun ini bisa menggelar UNBK mandiri menurut Sumarni adalah SMPN 1 Panjatan dan SMPN2 Lendah.

Di tahun sebelumnya, pihak SMPN 2 Lendah harus menyewa beberapa unit bus untuk mengangkut siswanya ke lokasi ujian di Pengasih dan bahkan dikawal polisi.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kulon Progo, Sumarsana juga menyampaikan harapan serupa agar seluruh SMP negeri di wilayahnya bisa menggelar UNBK secara mandiri.

Apalagi, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarpras ujian setiap tahunnya.

Untuk menghadapi UNBK tingkat SMP/sederajat yang bakal digelar pada 22-25 April mendatang, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PLN agar tidak ada pemadaman listrik saat ujian berlangsung.

Pelaksana ujian juga diwajibkan menyediakan genset untuk mengantisipasi padamnya listrik yang tidak terprediksi, seperti karena pohon tumbang.

Dari hasil monitoring, semua sekolah yang akan digunakan untuk UNBK tahun ini sudah menyiapkannya serta kondisi perangkat komputer serta jaringan internetnya dalam kondisi baik.

"Kami juga sudah menggelar try out atau latihan ujian secara rutin agar siswa lebih familiar serta tidak gagap saat ujian betulan nanti," kata Sumarsana.  . ( Tribunjogja.com | Singgih wahyu nugraha )

Penulis: ing
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved