Magelang

Lebih dari 200 Ribu Warga Magelang Belum Terlindungi Jaminan Kesehatan

Lebih dari 200 Ribu Warga di Kabupaten Magelang Belum Terlindungi Jaminan Kesehatan

Lebih dari 200 Ribu Warga Magelang Belum Terlindungi Jaminan Kesehatan
Istimewa
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Dyah Miryati, memberikan materi soal kanal BPJS Kesehatan di Forum Silaturahmi Media di Paradise Bali Area, Mendut, Mungkid, Magelang, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Belum semua masyarakat di Kabupaten Magelang terlindungi jaminan kesehatan. Dari data BPJS Kesehatan Cabang Magelang, peserta yang terdaftar sebesar 79,43 persen, kurang  lebih 200.578 jiwa belum memiliki perlindungan.

"Dari cover jaminan kesehatan di Kabupaten Magelang, peserta yang terdaftar sebesar 79,43 persen, masih kurang 200.578 jiwa yang belum punya perlindungan jaminan kesehatan. Angka ini masih besar," ujar Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang, Dyah Miryati, Kamis (14/3/2019) dalam acara Media Gathering di Paradise Bali Area, Magelang.

Angka tersebut sedikit lebih kurang dibandingkan jangkauan jaminan kesehatan di Kabupaten Temanggung. Peserta yang terdaftar di sana terdapat sebanyak 74,75 persen dari jumlah penduduk, atau masih kurang 158.003 jiwa yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Baca: 465 Mahasiswa Ikuti Leadership Development Djarum Foundation Gelar

Untuk Kota Magelang, hingga kini jumlah peserta jaminan kesehatan sebesar 97,71 persen dari jumlah penduduk. "Kota Magelang paling besar jangkauannya, sehingga Desember 2018 lalu, Kota Magelang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC)

Melihat masih banyaknya warga yang belum terlindungi jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Magelang memilah dan memetakan warga yang belum memiliki jaminan kesehatan, apakah berasal dari badan usaha, atau warga miskin yang belum memiki jaminan kesehatan, atau dari segmen lainnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjangkau lebih banyak warga, mulai dari advokasi dan pendekatan kepada Pemerintah Daerah setempat.

Baca: Imbas Kecelakaan Wisata Tubing, Pemkab Tutup Seluruh Wisata River Tubing di Magelang

Bekerja sama dengan Kejaksaan, Dinas Tenaga Kerja, Perijinan, Desa dan Kelurahan, Dinas Sosial untuk segmen penerima bantuan, dan lain sebagainya.

"Apakah yang belum terdaftar ini berasal dari badan usaha yang belum mendaftarkan seluruh pegawainya. Apakah segmen masyarakat miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan. Pendekatan Pemda selama ini sudah terbantu, ke desa kelurahan mengusulkan masyarakatnya kepada dinas sosial setempat untuk diintegrasikan melalui segmen penerima bantuan iuran," ujar Dyah.

Lanjut Dyah, pihaknya juga melakukan rekrutmen dengan datang di titik-titik keramaian seperti Car Free Day, menjangkau pondok pesantren dan sekolah untuk merekrut peserta mandiri.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved