Kota Yogyakarta

Bangunan dengan Izin Pondokan Diduga Tetap Beroperasi sebagai Hotel

Ia pun menjelaskan, bahwa nama bangunan yang identik dengan hotel sekelas bintang tiga tersebut, selama ini memang identik dengan hotel.

Bangunan dengan Izin Pondokan Diduga Tetap Beroperasi sebagai Hotel
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Bangunan yang diduga beroperasi sebagai hotel di Jalan Ipda Tut Harsono. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Salah satu bangunan di Jalan Ipda Tut Harsono yang sebelumnya mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berupa Pondokan namun sempat difungsikan sebagai hotel, diduga tetap beroperasi.

Pantauan Tribun Jogja melihat tulisan nama hotel berbintang di atap gedung yang sempat ditutup terpal, kini sudah bisa terlihat dengan jelas, Kamis (14/3/2019).

Suasana di halaman bangunan tampak sepi.

Hanya ada seorang satpam berjaga di depan.

Beberapa mobil terlihat terparkir di basement gedung.

Sementara beberapa orang berseragam hitam melakukan aktivitas di meja front office dekat pintu masuk gedung.

Baca: Ada Hotel Bekedok Pondokan atau Kos

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Nasrul Khoiri menjelaskan bahwa hal tersebut menunjukkan ketidaktegasan Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Pemkot tidak serius dalam menegakkan aturan. Langkah yang harusnya ditempuh yakni harus ditutup. Bukan malah dibiarkan beroperasi tidak sesuai perizinannya," bebernya, Kamis (14/3/2019).

Ia menyayangkan lambatnya Pemkot dalam menegakkan aturan.

Pasalnya pelanggaran serupa bukan hanya kali pertama ini terjadi.

Namun sebelumnya juga sudah ada pelanggaran pemanfaatan izin bangunan sebagai hotel.

"Dulu juga ada hotel di barat simpang empat Tugu Paal Putih. Baik kasus lama dan kasus yang ini (hotel di Ipda Tut Harsono) diangkat oleh Ombudsman DIY dan merekomendasikan Pemkot untuk tegas menerbitkan SP 3 karena pelanggaran berulang namun sepertinya juga tidak diindahkan," terangnya.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto menjelaskan bahwa pihaknya akan mencoba melihat terkait izin pondokan gedung yang diduga masih beroperasi namun sebagai hotel tersebut.

"Prinsipnya kalau tidak sesuai akan kita tertibkan. Tapi itu setelah kita cermati perizinannya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta Nurwidihartana mengatakan bahwa untuk IMB bangunan tersebut masih sebagai pondokan.

Kalaupun untuk mengurus alih fungsi pemanfaatan, belum bisa dilakukan mengingat regulasi terkait hotel bintang 4 dan 5 pasca-diterapkan pembatasan moratorium hotel belum dikeluarkan.

"Saat ini masa transisi. Peraturan teknis untuk izin bintang 4 dan 5 sedang dibahas," ujarnya.

Baca: Menakjubkan, Hotel Ini Sulap Bekas Lubang Tambang jadi Sangat Indah

Ia mengatakan, bahwa pengawasan fungsi bangunan yang sudah mengantongi izin dari DPMP namun dimanfaatkan tidak sesuai ketentuan, ada di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

"Kami menerbitkan izin. Selanjutnya untuk verifikasi dan pengawasan izin ada di PU. Kalau yang belum berizin ada di Satpol PP," bebernya.

Sebelumnya, di penghujung tahun 2018, Forum Pemantau Independen Pakta Integritas (Forpi) Kota Yogyakarta mendatangi sebuah bangunan di Jalan Ipda Tut Harsono yang sebelumnya telah mengurus izin berupa pondokan.

Pihak Forpi bertemu dengan penanggung jawab bangunan, yakni Rudi dan mencoba melihat surat kelengkapan yang berkaitan dengan perizinan.

Tiga surat diperlihatkan, mulai dari Surat Izin Penyelenggaraan Pondokan dari kecamatan tertanggal 18 Juli 2018, Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tertanggal 5 September 2017, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) yang ditetapkan pada 17 September 2018.

Berdasarkan ketiga surat tersebut, didapatkan informasi bahwa bangunan seluas 3966 m² tersebut memiliki 89 kamar dengan jenis pondokan putra.

Selanjutnya dalam NIB menerangkan bahwa nama KBLI bangunan tersebut adalah penyedia akomodasi jangka pendek.

Rudi mengatakan, bahwa pihaknya memang betul mengurus izin atas fungsi pondokan.

Baca: 340 Pemilik Properti Gabung OYO Hotels

Pihaknya masih belum beroperasi dan masih dalam tahap uji coba yang dimulai sejak September lalu.

"Kami belum beroperasi. Kita masih coba. Udah ada yang mencoba.

Uji coba ini juga masih belum tahu akan berlangsung hingga kapan," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa nama bangunan yang identik dengan hotel sekelas bintang tiga tersebut, selama ini memang identik dengan hotel.

Namun ia menampik bahwa bangunan tersebut berfungsi sebagai hotel dan berbeda dengan perizinan yang mereka ajukan ke Pemkot.

"Nama ini (sebut nama hotel) selama ini identik hotel. Ini kami coba meyakinkan masyarakat bahwa (sebut nama hotel) tidak cuma hotel, namun juga pondokan," ucapnya.

Terkait beredarnya promo harga sewa kamar di bangunan tersebut yang diiklankan di situs reservasi online, Rudi menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena ada kesalahan.

"Sudah kami tutup dan tidak bisa diakses," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved