Breaking News:

Gunungkidul

Warga Gunungkidul Produksi Mie Instan Berbahan Dasar Mocaf

Mocaf adalah tepung hasil olahan singkong yang diproses dengan memodifikasi sel singkong melalui fermentasi yang melibatkan mikroba.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Suti Rahayu menunjukkan produk mie instan cup dan mie instan produknya, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ingin memanfaatkkan mocaf dari Gunungkidul, Suti Rahayu berkreasi menciptakan mie instan berbahan dasar tepung mocaf.

Dari penelusuran Tribunjogja.com, mocaf merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang artinya Modifikasi Tepung Ketela Pohon.

Mocaf adalah tepung hasil olahan singkong yang diproses dengan memodifikasi sel singkong melalui fermentasi yang melibatkan mikroba (bakteri asam laktat).

Tepung ini digunakan sebagai satu dari beberapa alternatif pengganti terigu.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

Selain mocaf, tepung ini juga kerap disebut Mocal atau motekap yang dipergunakan oleh group PT KIPTI menjadi merek dagang.  

Suti Rahayu ingin menaikkan nilai guna tepung mocaf agar tidak kalah dengan tepung terigu melalui mie instan ciptaannya tersebut.

Suti mengatakan, awal dari pembuatan mie instan seduh dengan berbahan dasar tepung mocaf muncul sejak dua tahun lalu.

Ide tersebut bermula ketika dirinya telah memproduksi mie instan rebus dan ingin membuat mie yang lebih cepat disajikan.

Warga Dusun Sumberejo, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul ini bercerita saat awal memulai membuat mie tersebut, ia mengalami gagal total.

Baca: Produksi Gabah Varietas Unggul yang Dikembangkan Petani Gunungkidul Capai 7,3 Ton Perhektare

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved