Kota Yogyakarta

Simulasi Sispam Kota, Polresta Yogyakarta Lakukan 6 Titik Penyekatan

Polresta Yogyakarta melakukan simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota untuk persiapan pengamanan Pemilu.

Simulasi Sispam Kota, Polresta Yogyakarta Lakukan 6 Titik Penyekatan
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
SIMULASI PENYEKATAN SISTEM KEAMANAN KOTA. Petugas kepolisian melakukan simulasi penyekatan sistem keamanan kota untuk mengantisipasi pergerakan massa di simpang empat Gedong Kuning, Kota Yogyakarta, Rabu (13/3/2019). Simulasi yang dilakukan oleh personil Polresta Yogyakarta yang dilakukan secara serentak dibeberapa titik perbatasan wilayah Kota Yogyakarta tersebut sebagai bentuk antisipasi dan kesiapan dalam pengamanan Pemilu 2019. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta melakukan simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota untuk persiapan pengamanan Pemilu.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini mengatakan simulasi tersebut merupakan kegiatan imbangan untuk antisipasi kericuhan.

Dalam simulasi tersebut, diceritakan bahwa terjadi kericuhan yang terjadi di Surakarta.

Kericuhan semakin parah dan berimbas pada daerah sekitarnya, termasuk Yogyakarta.

Untuk membantu pengamanan dan kericuhan semakin parah, Polda DIY dan polres-polres jajaran Polda DIY melakukan penyekatan untuk mengantisipasi massa yang terprovokasi dan memeperkeruh suasana.

Baca: Maksimalkan Layanan Kepada Masyarakat, Kapolresta Yogyakarta Minta Anggotanya Lebih Simpatik

"Pertama kita lakukan pemeriksaan kendaraan bermotor secara menyeluruh. Dalam skenario tadi kan ada segerombolan massa yang kemudian ricuh, bahkan membawa senjata tajam. Nah massa ini kita galau supaya tidak memperbesar konflik dan justru menggangu keamanan," katanya usai simulasi di simpang empat Gedong Kuning, Rabu (13/3/2019).

Ia menjelaskan simulasi tersebut dilakukan di enam titik yang menjadi perbatasan daerah Kota Yogyakarta.

Enam titik tersebut yaitu Jalan Magelang, Jalan Bantul, Jalan Menukan, Gejayan, Gedong Kuning, dan Giwangan.

Pelatihan berupa simulasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan anggota Polri dalam mengamankan pesta demokrasi yang digelar April mendatang.

"Sudah beberapa kali kita lakukan simulasi -simulasi. Ini kan supaya anggota kita semakin siap. Melalui simulasi ini juga membuktikan bahwa kami siap mengamankan Pemilu mendatang. Tentu harapannya pada hari pelaksanan jangan sampai ada kericuhan seperti ini," jelasnya.

Baca: Polresta Yogyakarta Lakukan Tiga Skema Penutupan Jalan

Terkait daerah rawan, menurutnya semua daerah merupakan daerah rawan.

Hal itu karena semua daerah juga berpotensi konflik. Meski demikian, dengan berbagai persiapan dan pelatihan pihaknya optimis dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam Pemilu 2019 mendatang.

"Semua daerah tentu berpotensi terjadi konflik. Tetapi kami sudah siap dan selalu waspada. Kami tidak mau underestimate, harus tetap mempersiapkan diri," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved