Kota Yogyakarta

DLH Kota Yogya Berharap Plastik Organik Digunakan secara Massal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait plastik organik, semi organik dan non organik.

DLH Kota Yogya Berharap Plastik Organik Digunakan secara Massal
asia.nikkei.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait plastik organik, semi organik dan non organik.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan bahwa hal tersebut akan dilakukan pada acara Car Free Day di Tugu Paal Putih, Minggu (17/3/2019).

"Jadi akan kita tunjukkan mana yang organik, semi organik, dan non organik. Termasuk untuk sedotan kita tunjukan sedotan dari bahan bukan plastik yakni sedotan bambu," bebernya, Rabu (13/3/2019).

Saat ini, lanjutnya, plastik berbahan organik belum umum ditemui dan digunakan oleh masyarakat kebanyakan.

Hal tersebut dikarenakan harganya yang relatif mahal serta belum banyak yang mendistribusikan kantong organik di Kota Yogyakarta.

Baca: Alasan Mengapa Sampah Plastik Jangan Dibuang Sembarangan

"Kantong organik itu berbahan dasar ketela pohon. Kalau dibakar, akan seperti kertas. Berbeda dengan kantong non organik yang kalau dibakar akan netes. Selain itu, kantong organik ini juga larut di air panas dan bisa diminum," bebernya.

Namun, lanjutnya, plastik organik masih memiliki beberapa kekurangan, di antaranya tidak tahan air dan panas.

"Jadi kalau kena hujan, ya hancur. Dan belum bisa untuk bungkus bakso dan sejenisnya," tuturnya.

Selanjutnya terkait plastik semi organik, sudah dapat dengan mudah dijumpai.

Halaman
123
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved