Breaking News:

Kulon Progo

Pemilik Usaha di Selatan NYIA Tolak Penggusuran, Petambak Udang Nekad Tebar Benih Meski Dilarang

Pemilik Usaha di Selatan NYIA Tolak Penggusuran, Petambak Udang Tetap Tebar Benih Meski Dilarang

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Warga pelaku usaha di kawasan pantai selatan NYIA menggelar pertemuan menyikapi rencana penggusuran untuk penataan kawasan oleh Pemkab Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelaku usaha di kawasan pantai selatan New Yogyakarta International Airport (NYIA) menolak keras rencana penggusuran oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Mereka tak ingin kehilangan mata pencaharian akibat penggusuran itu.

Penggusuran yang dimaksud warga tersebut merujuk pada rencana penataan kawasan di lahan selatan lokasi proyek pembangunan NYIA oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Ada dua hal yang melatari penataan tersebut yakni pengembangan area sabuk hijau pelindung bandara yang jadi bagian dari Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) serta rencana penataan kawasan wisata Pantai Glagah

Adapun di lahan selatan area proyek NYIA itu memang terdapat lebih dari 300 pelaku usaha dari wilayah Pantai Glagah hingga Congot.

Baca: Begini Prosedur Manfaatkan Layanan Antar Buku ke Rumah oleh Perpustakaan Kota Yogya

Antara lain pelaku usaha kuliner, warung  dan kios, usaha permainan, penginapan, hingga tambak udang.

Mereka kini merasa resah karena terancam tergusur kembali oleh program penataan kawasan tersebut. Sebelumnya, mereka juga tergusur oleh proyek pembangunan bandara internasional tersebut.

"Kami petambak menolak dengan tegas penggusuran dengan alasan untuk KKOP atau apalah bahasanya. Karena ini sumber nafkah kami setelah pertanian disikat habis (untuk pembangunan NYIA). Sekarang kami pakai lahan di luar IPL (area lahan untuk bandara) kenapa mau disikat juga?"kata Ketua Paguyuban Petambak Gali Tanjang, Agung Supriyanto, Selasa (12/3/2019).

Saat ini ada sekitar 150 petak tambak udang di areal itu. Para petambak sebelumnya sudah diberi peringatan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo untuk tidak melanjutkan aktivitasnya sehubungan rencana penataan kawasan tersebut.

Baca: Petakan Ekosistem di Pantai Ngandong, Siswi SMAN 6 Yogyakarta Temukan 14 Jenis Terumbu Karang

Namun begitu, menurut Agung, para petambak tak mau mematuhinya karena alasan ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved