Refleksi Pembentukan BUMDes di Desa-desa

Memenuhi harapan pelaksanaan UU Desa khususnya dalam pembentukan BUMDES di desa belum sepenuhnya dapat tercapai

Refleksi Pembentukan BUMDes di Desa-desa
DOK
MUSRENBANG : Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa 

Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa

Oleh : Karnadi Ismono,S.Sos.
Manajer Pojok BUMDes STIE Mitra Indonesia Yogyakarta

penulis : Karnadi Ismono,S Sos 
(Manajer Pojok BUMDes STIE Mitra Indonesia Yogyakarta)
penulis : Karnadi Ismono,S Sos (Manajer Pojok BUMDes STIE Mitra Indonesia Yogyakarta) (IST)

Memenuhi harapan pelaksanaan UU Desa khususnya dalam pembentukan BUMDES di desa belum sepenuhnya dapat tercapai, baik dari segi kwantittatif serta kwalitatif. Problematika pembentukan lembaga BUMDES sangatlah komplek. Satu sisi pada kemampuan SDMnya, potensi SDAnya serta faktor dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat yang masih minim. Ini menyebabkan belum menjadi kesadaran bersama akan kebutuhan lembaga tersebut.

Kembangkan Potensi Desa, STIE Mitra Indonesia Gelar Pelatihan Pengelolaan Medsos Bagi BUMDes di DIY

Haruskah Mengembangkan BUMDes Bermodal besar?

Pembentukan BUMDES tidak hanya sekedar memenuhi kuota dari perintah UU Desa, namun jauh lebih dari itu pembentukan BUMDES memang berangkat dari sebuah kebutuhan bahwa desa perlu memiliki lembaga ekonomi lokal yang diharapkan mampu mewadahi aktivitas usaha skala desa.

Bumdes : Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa
Bumdes : Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa (DOK)

Fakta lain juga menunjukkan bahwa relasi antara pemerintah desa dengan pengelola BUMDES juga belum sepenuhnya bisa harmonis. Satu sisi pemerintah desa merasa yang mendukung modal untuk pengembangan BUMDES, disisi lain BUMDES merasa bahwa lembaga tersebut dalam kiprahnya harus independen dalam pengelolaannya karena BUMDES dalam penyertaan modal dari pemerintahan desa cukup besar.

BUMDES didesa semestinya didalam pengelolaannya harus dijauhkan dari politik desa. Kemanfaatan BUMDES tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang dekat dengan pusat kekuasaan desa namun jauh dari itu BUMDES harus steril dari kepentingan kelompok tertentu yang akan mengambil keuntungan pribadi dari BUMDES.

Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan yang utama bagi terbentuknya BUMDES masyarakat harus dapat manfaat ekonomi, pemenuhan kebutuhan primer semakin tercukupi, kesehatan dan pendidikan terpedulikan.

Keberhasilan BUMDES tidak hanya ditentukan oleh besarnya penyertaan modal dari dana desa namun jauh lebih penting adalah modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan dengan modal sosial, seperti gotong royong, kebersamaan, kejujuran serta dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan desanya, maka BUMDES akan dapat sukses dalam mensejahterakan masyarakat.

MUSRENBANG : Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa
MUSRENBANG : Refleksi Pembentukan Bumdes di Desa-desa (DOK)

BUMDES ke depan harus dikelola oleh orang-orang yang profesional orang yang memang mau berjuang dan berkorban terlebih dahulu, karena dalam perjalanan awalnya pengelola belum dapat apa-apa secara materiil. Kecenderungannya malah tombok dan merugi karena untuk anggaran-anggaran persiapan biasanya diawali dengan semangat gotong royong yang tinggi.

Manager BUMDES harus memiliki leadership yang baik, Manajerial dan entruepreunership yang bisa membuka peluang-peluang usaha yang prospektif. Pada tahun pertama banyak BUMDES belum membukukan keuntungan dan disetorkan ke Desa, hal tersebut butuh waktu dan proses yang panjang bagi dalam penggarapannya.

BUMDES juga harus mampu mengelola dapurnya sendiri tapi tidak menabrak-nabrak aturan. BUMDES juga bukan kerja-kerja sosial melulu, namun BUMDES sudah harus memulai mengarah ke ruang kerja yang profesional dan produktif. (*)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved