Bantul

Perjuangan Merawat Bumi, Warga Bantul Ini Tinggalkan PNS Lalu Kelola Sampah di Pantai Parangtritis

Ia menikmati profesi hari tuanya dengan terjun dalam pengelolaan sampah di rumah pilah gardu action, di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul.

Perjuangan Merawat Bumi, Warga Bantul Ini Tinggalkan PNS Lalu Kelola Sampah di Pantai Parangtritis
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Endratno sedang memilah sampah di rumah pilah sampah gardu action di Parangtritis, Kretek, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Endratno saat ini berusia 53 tahun.

Tiga tahun lalu, ia memilih untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil di lembaga penerbangan dan antariksa Nasional (Lapan) di Jakarta.

Seusai pensiun, Endratno pulang kampung di Bantul.

Kini, ia menikmati profesi hari tuanya dengan terjun dalam pengelolaan sampah di rumah pilah gardu action, di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

Rumah pilah merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul yang dibangun tahun 2018 silam.

Sampah-sampah di dalam rumah itu akan dipilah seusai jenis dan bahannya, seperti botol bekas atau gelas plastik air mineral, tutup botol, hingga korek api dan bahan lainnya.

"Tujuan utamanya untuk mengurangi beban sampah. Sebagian bahkan dimanfaatkan untuk bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomis," kata Endratno pada Tribunjogja.com.

Setiap hari, menurut dia, ada sekitar dua kwintal sampah yang datang.

Sampah itu kebanyakan berasal dari limbah rumah tangga seputar kawasan Parangtritis.

Baca: Keluhkan Sampah, Kapal Pesiar Batalkan Kunjungan Wisata ke Lombok

Namun ada juga sampah luapan banjir yang hanyut dan berserakan di kawasan pesisir pantai.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved