Gunungkidul

Gadis Bawah Umur di Gunungkidul Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual Ayah Tiri hingga Hamil

Dalam melakukan aksi bejatnya, Sad merayu sang anak dengan cara akan memberikan uang jajan lebih dan berjanji akan membelikan pakaian.

Gadis Bawah Umur di Gunungkidul Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual Ayah Tiri hingga Hamil
Global Look Press
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Seorang gadis dibawah umur berisial I (17) menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tirinya sendiri yang beriisial Sad (57).

Dalam melakukan aksi bejatnya, Sad merayu sang anak dengan cara akan memberikan uang jajan lebih dan berjanji akan membelikan pakaian.

Korban sendiri masih berstatus pelajar di Kecamatan Semin.

Kapolsek Semin, AKP Haryanta mengungkapkan, awalnya korban mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.

Karena khawatir ibu korban memeriksakan korban ke dokter terdekat dan diketahui bahwa I telah berbadan dua.

Baca: YLPA DIY Ungkap Perundungan pada Anak Masih Cukup Tinggi

"Korban sudah tidak mengalami menstruasi sejak beberapa bulan terakhir, lalu ibu korban mendesak I agar mau menceritakan siapa yang telah melakukan perbuatan bejat tersebut. Dari cerita korban tersebut diketahui bahwa ayah tiri korban yang melakukannya," katanya, Senin 911/3/2019).

Ia melanjutkan setelah ibu korban mendengar cerita tersebut, ibu korban lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Semin.

"Saat melakukan penangkapan Di rumahnya Sad tidak melawan dan hanya pasrah saat digelandang ke Polsek Semin. Dari pengakuan Sad niat bejat itu muncul lantaran sering main ke kamar korban," katanya.

Ia menambahkan modus pelaku adalah mengiming-imingi korban akan dibelikan tas, sepatu, dan juga menambah uang jajan korban.

Baca: Bejat, Pria Ini Setubuhi Anak Temannya Sendiri Hingga Hamil 5 Bulan, Korban Masih Berstatus Siswa SD

"Pelaku dijerat pasal 81 da 82 UURI No 35 tahun 2014 perubahan atas UUR No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Data dari DP3AKBPMD tahun 2018 telah terjadi 24 kasus, jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya yang menyentuh angka 40 kasus.

"Dari angka 24 tersebut terbagi menjadi kekerasan terhadap perempuan ada 9 kasus, kekerasan terhadap anak ada 15 kasus. Untuk kekerasan terhadap anak dibagi lagi 5 kasus kekerasan seksual terhadap anak lainnya merupakan kekerasan fisik dan psikis," paparnya.

Pihaknya terus berupaya untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cara sosialisasi kepada masyarakat untuk melindungi anak, selain itu pihaknya juga membuat forum anak.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved