PSS Sleman

Suntikan Semangat Suporter Bangkitkan Motivasi Penggawa PSS Sleman

Dua gol kemenangan yang disumbang Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo di laga kontra Borneo FC pun terasa berkesan.

Suntikan Semangat Suporter Bangkitkan Motivasi Penggawa PSS Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Selebrasi pemain PSS Sleman, Kushedya Hari Yudo usai mencetak gol ke gawang Borneo FC di laga lanjutan Grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gemuruh tribun sisi selatan menjadi penanda bangkitnya PSS Sleman usai meraih kemenangan 2-0 dari Borneo FC di penyisihan Grup D Piala Presiden 2019, Jumat (9/3/2019) lalu.

Ya, suntikan dari pemain ke-12, Brigata Curva Sud, diakui gelandang PSS Sleman, Wahyu Sukarta, menambah motivasi bagi seluruh penggawa Super Elang Jawa untuk memenangkan laga dan membuka harapan PSS Sleman melaju ke babak berikutnya.

Syaratnya, PSS Sleman wajib menang di laga terakhir lawan Persija Jakarta, Jumat (15/3/2019) mendatang.

Baca: Uniknya Citarasa Choi Pan di Yamie Singkawang Yogyakarta

"Alhamdulillah diberi kemenangan, pertandingan sangat menguras tenaga kami maupun tim Borneo. Kami keteteran juga, alhamdulillah teman-teman mau bekerja keras dan hasilnya baik," ujar Wahyu Sukarta pada Tribunjogja.com.

"Kami bahagia juga, para suporter khususnya dari BCS dapat kembali lagi setelah kemarin memboikot. Kita berharap ke depan PSS Sleman lebih baik, di Liga 1 musim ini," imbuhnya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara perwakilan BCS dan CEO PT Putra Sleman Sembada, Kamis (7/3/2019) lalu, menandai berakhirnya aksi boikot suporter yang menempati tribun sisi selatan tersebut.

Dua gol kemenangan yang disumbang Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo di laga kontra Borneo FC pun terasa berkesan.

Baca: Jadi Ajang Eksperimen, PSS Sleman Tak Ragu Lakukan Rotasi di Piala Presiden 2019

Tak hanya membalas kekalahan yang diterima di ajang Piala Indonesia beberapa waktu lalu namun juga menjadi kemenangan perdana dari dua edisi Piala Presiden yang diikuti Laskar Sembada.

Diketahui bersama, sebelumnya BCS memberi ultimatum kepada PT Putra Sleman Sembada, selaku perusahaan yang menaungi PSS Sleman, supaya berbenah demi kemajuan klub.

Seandainya tak digubris, BCS akan memboikot laga, hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Hasilnya, tidak seperti biasanya, atmosfer Stadion Maguwoharjo, terasa begitu sunyi dan tak bergairah, ketika berlangsungnya pertandingan PSS Sleman melawan Madura United, Selasa (5/3/2019) lalu, dimana tribun-tribun terlihat begitu lengang, seakan tak berpenghuni.

Baca: Seto : Kontrol Emosi Jadi Kunci Kemenangan PSS Sleman Tekuk Borneo FC

Ya, tribun sisi selatan yang selama ini selalu terisi penuh pun tampak kosong.

Hal serupa terjadi pula di tribun sisi timur, yang terisi tidak sampai separuhnya.

Praktis, dukungan Sleman Fans tenggelam oleh sorak sorai suporter Madura United, K-Conk Mania.

Adapun beberapa poin yang menjadi tuntutan diantaranya ialah terkait akademi usia muda, mess pemain, lapangan latihan, bussines development, menghapus posisi ganda, pemaksimalan peran media ofisial, penyelenggaraan pertandingan yang profesional, serta SOP yang jelas di perusahaan. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved