Kota Yogya

Pengembangan TOD Lempuyangan Berdampak pada Manajemen Lalu Lintas

Pemkot Yogya sedang melakukan kajian terkait pengembangan kawasan simpul jaringan transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) di Lempuyangan.

Pengembangan TOD Lempuyangan Berdampak pada Manajemen Lalu Lintas
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogya sedang melakukan kajian terkait pengembangan kawasan simpul jaringan transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Lempuyangan.

Hal tersebut akan mengubah beberapa tatanan ruang maupun lalu lintas yang ada saat ini.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogya M Zandaru Budi menjelaskan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak PT KAI karena rencana tersebut tak lepas dari pengembangan Stasiun Lempuyangan.

Baca: Uniknya Citarasa Choi Pan di Yamie Singkawang Yogyakarta

"Dinas Perhubungan Kota Yogya nantinya akan ambil bagian terkait manajemen rekayasa lalu lintas jalan yang ada di sekitarnya. Misalkan kawasan Kotabaru, kawasan Lempuyangan-Bausasran, kawasan Baciro, dan sebagainya," jelasnya pada Tribunjogja.com, Sabtu (9/3/2019).

Zandaru menjelaskan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan harus disesuaikan dan selaras antara TOD lempuyangan dengan pengembangan kawasan Baciro yang digadang-gadang akan menjadi pusat perekonomian baru di Kota Yogya.

"Kalau kapasitas jalan saat diberlakukannya jalur dua arah sudah penuh, maka akan ada kemungkinan jalur dua arah yang saat ini ada akan diubah menjadi satu arah. Tapi itu detilnya ada dalam kajian," tambahnya.

Kajian yang dilakukan pihaknya, lanjutnya, yakni terkait perubahan arus lalu lintas di Jalan Tunjung.

Baca: Tiga Skenario Hasil Kajian Penutupan Lintasan Sebidang Lempuyangan

Manajamen lalu lintas yang baru akan membuat arus lalu lintas menjadi satu arah ke timur.

"Ini upaya untuk mengurai kemacetan di Jalan Sutomo. Visi rasio di Sutomo sudah hampir 1 atau tepatnya 0,7 dan itu masuk kategori sangat padat," ucapnya.

Di samping mengurai kepadatan di Sutomo, Zandaru mengatakan bahwa manajemen lalu lintas di Jalan Tunjung adalah untuk mengurangi beban kendaraan yang ada di jembatan layang Lempuyangan.

"Jembatan itu tidak untuk statis. Jadi ketika ada antrean di atas itu akan sangat mengganggu kenyamanan. Selain itu juga akan membahayakan bila terlalu banyak kendaraan di atas jika dilihat dari konstruksi jembatan yang tidak diperuntukkan kendaraan statis," ungkapnya. (*) 

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved