Kiat Menjaga Kesehatan Mata Si Buah Hati

Kondisi ini dipercaya oleh sebagian orangtua bisa membuat mata anak menjadi tidak sehat dan berujung mengalami gangguan.

Kiat Menjaga Kesehatan Mata Si Buah Hati
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seiring majunya perkembangan teknologi, banyak hiburan hadir melalui layar kaca, televisi hingga gawai.

Salah satunya adalah fenomena bagaimana anak anak terlalu asyik bahkan kecanduan menonton tayangan hiburan atau bermain game melalui perangkat ponsel.

Kondisi ini dipercaya oleh sebagian orangtua bisa membuat mata anak menjadi tidak sehat dan berujung mengalami gangguan.

Seperti yang dikhawatirkan oleh Titin, guru yang memiliki dua orang anak ini khawatir lantaran anaknya terlanjur suka dan betah berjam-jam melihat layar smartphone dengan berbagai posisi.

Kekhawatiran Titin muncul lantaran ia mengalami sendiri bagaimana kondisi mata orang dewasa sepertinya bila berlama lama berada di depan monitor komputer atau smartphone, apalagi dengan kondisi minim cahaya.

Ia merasakan kerja mata menjadi lebih berat dan kepala sering pening.

"Anak anak memang sudah terlanjur susah dijauhkan dari gadget. Tapi pelan-pelan saya batasi, terutama ketika malam hari,kondisi cahaya ruangan meskipun menggunakan lampu terang tidak seperti siang hari, mata anak jadi bekerja lebih keras untuk melihat dan terkena paparan cahaya layar smartphone," kata Titin.

Senada diungkapkan Lia Nastasia, ibu dua orang anak ini juga mulai mengubah kebiasaan anaknya yang bisa berjam jam menonton film kartun melalui smartphone.

Bahkan, ia juga memperhatikan posisi menonton anaknya kerap kurang baik sehingga bisa memicu gangguan pertumbuhan.

"Kalau nonton sukanya di lantai hp-nya dan posisi kepala selalu menunduk. Saya belikan tripod supaya bisa sejajar,dan saya mulai batasi supaya matanya nanti tidak mengalami gangguan Karena kecapaian terus menerus di depan hp," kata Lia.

Lia juga mengimbangi kebiasaan anaknya dengan memberikan nutrisi untuk mata dari buah buahan segar dan vitamin yang dibeli dari apotek.

Hal ini ia maksudkan agar mata anak tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan karena setiap hari bekerja.

"Saya berdoa enggak ada gangguan mata, suka nggak tega kalau lihat anak kecil sudah pakai kacamata. Padahal ternyata dulu matanya sehat, tapi karena pola melihat sesuatu itu salah jadinya kena gangguan, ada yang minus atau silinder," kata Lia.

Periksakan Mata Anak 6 Bulan Sekali

Menurut Muhammad Alfian Muzakki, ahli optic (RO), memelihara kesehatan anak bisa dilakukan dengan memeriksakan rutin setidaknya 6 bulan sekali ke Sp.M (dokter mata) atau ke optik, tentunya ke optik yang memiliki seorang refraksionis optisien ( RO).

"Apalagi jika anak sudah didiagnosia mengalami kelainan refraksi. Berapapun usia anak anda, kesehatan mata adalah hal yang perlu dijaga. Terlebih bagi anak-anak, karena kesehatan mata yang terganggu dapat mengganggu aktivitas mereka," kata Zakki.

Lanjut Zakki, ketika gangguan mata pada anak sejak dini terdeteksi, maka membantu bagaimana penanganan selanjutnya.

Bisa jadi karena belum terlalu parah, maka bisa diterapi dengan cara mengubah kebiasaan anak agar menggunakan mata untuk melihat dengan baik.

"Gangguan mata itu banyak macamnya, ada ambylopia, hyperopia, atau miopi mata minus. Semakin cepat masalah terdeteksi, maka semakin optimal hasil pengobatan yang dilakukan, jadi bisa saja ngga perlu pakai kacamata," terang Zakki.

Zakki menambahkan, para orangtua bisa merangsang penglihatan anak dengan cara permainan berbagai macam warna dan mimik wajah.

Selanjutnya, peran orangtua memberikan contoh kebiasaan melihat juga penting.

"Contohnya di sekolah, selalu berdiskusi dengan guru kelas apakah tempat duduk si anak ditolong atau tidak, ini penting agar mata terbiasa melihat dari segala arah bukan satu arah dalam waktu yang lama. Lalu ketika melihat smartphone, jangan sampai anak mencontoh orangtuanya yang melihat smartphone sambil tiduran atau posisi yang memaksa mata bekerja lebih keras," imbuh Zakki. (*)

Penulis: yud
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved