MotoGP

Jadwal MotoGP Qatar 2019 Malam Ini di Sirkuit Losail Hingga Balap Perdana Rossi Diumur 40

MotoGP 2019 MotoGP Qatar. MotoGP 2019 MotoGP Qatar MotoGP 2019 MotoGP Qatar MotoGP 2019 MotoGP Qatar MotoGP 2019 MotoGP Qatar

Balapan di Umur 40

Valentino Rossi, Monster Energy Yamaha Motogp, MotoGP Sepang

Valentino Rossi mengungkapkan, pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada dirinya pada beberapa tahun terakhir adalah apa yang membuat dirinya masih bertahan di kompetisi ini selama bertahun-tahun.

Apa yang membuat Anda berkompetisi di level ini setelah bertahun-tahun?kata Rossi mengulang pertanyaan, dikutip Tribunjogja.com dari Motogp.com

"Jawabanku adalah Passion pada olahraga ini. Saya berpacu dengan emosi dan itu hal yang saya sukai. Tak mungkin melakukan pekerjaan ini tanpa hasrat dan juga tidak mungkin untuk melanjutkan selama bertahun-tahun."katanya.

"Setelah bertahun-tahun balapan, saya menjalani, para pembalap adalah atlet yang luar biasa. Persiapan fisik adalah hal mendasar. Saya suka olahraga dan saya mencoba untuk melatih begitu dengan cara berkuda, Tiap akhir pekan ketika saya tidak sibuk dengan MotoGP, saya berada di peternakan dengan orang-orang,"terang Rossi.

Pada 16 Februari 2019, Valentino Rossi genap berusia 40 tahun.

Sang ibu, Stefania Palma membagikan kisah dan kepribadian sang putra, baik di dalam maupun di luar sirkuit.

Stefania tak pernah absen mendampingi Vale, baik di trek maupun hanya menonton di layar televisi.

Ketika ditanya soal arti kata 40, Stefania tak terlalu memusingkannya.

"Waktu cepat berlalu, dan aku masih tak percaya ini. Nyatanya, aku tak pernah menyangka 40 tahun akan datang dengan cepat, karena itu membuatku berpikir tentang usiaku. Aku tidak mau terlalu memikirkannya," ungkapnya, dikutip Tribunjogja.com dari laman GP One, Sabtu (16/2/2019).

Stefania melanjutkan, dirinya merasa senang karena tahun ini, Vale akan merayakan ulang tahun dengan berkumpul bersama keluarganya.

"Aku senang, Valentino akan pulang ke rumah dan berkumpul dengan kami semua tahun ini, beberapa tahun belakangan dia selalu jauh karena serangkaian tes," jelasnya.

Lalu, bagaimana sosok Valentino Rossi di mata sang ibunda?

Stenafia menjawab, "Dia seperti yang kalian lihat di televisi. Dia penuh perhatian, dia berusaha melakukan yang terbaik. Dalam beberapa hal, dia menggunakan instingnya, tapi dia berkepala dingin. Aku bisa mengatakan ini karena aku tak pernah melihatnya marah."

Menurutnya, pebalap Italia ini lebih senang berdialog daripada berdebat saat ada masalah.

Selain bukan pribadi yang emosional, sang ibu juga membagikan kesamaan putranya itu dengan dokter bedah.

"Aku pikir dia seperti dokter bedah. Saat dia balapan, dia menggunakan pengetahuan dan perhatian seperti seorang dokter bedah yang menyelamatkan pasien di ruang operasi," kata Stefania.

Ketika Valentino masih belia, Stefania sebenarnya tak ingin putranya menjadi pebalap. Dia ingin Vale belajar teknik sipil. ( tribunjogja.com )

Halaman
Penulis: iwe
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved