Kota Yogyakarta
DLH Kota Yogya Dapat Bantuan Alat Ukur Kuallitas Udara
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mendapat bantuan Air Quality Measurement System dari KLHK.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mendapat bantuan Air Quality Measurement System (AQMS) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
AQMS merupakan sebuah alat yang dapat mengukur kualitas udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan ada beberapa sekitar 26 kabupaten/kota se Indonesia mendapat bantuan alat tersebut.
Melalui alat tersebut, diharapakan dapat melihat kualitas udara di Kota Yogyakarta, apalagi hasilnya dapat dilihat saat itu juga.
Baca: Taksi Listrik Jadi Andalan London Perbaiki Kualitas Udara
"Jadi kami memang mendapat satu unit alat pengukur kualitas udara, namanya Air Quality Measurement System. Biasanya itu ditempatkan di daerah yang banyak hutan, seperti Riau. Tetapi saat ini masih proses MoU," katanya, Kamis (7/3/2019).
Ia menjelaskan meski mendapat bantuan alat pengukur kualitas udara, hal itu bukan berarti kualitas udara di Kota Yogyaakrta bermasalah.
Menurutnya kualitas udara di semua daerah memang perlu diawasi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
"Bukan (kualitas udara bermasalah). Bantuan itu diberikan secara merata di Indonesia. Jadi kementrian juga ingin melihat bagaimana kuaitas udara di kabpaten/kota di Indonesia," jelasnya.
Baca: Kualitas Udara di Kota Yogyakarta akan Dievaluasi
Alat seharga Rp2,5 miliar tersebut nantinya akan ditempatkan di halaman Dinas Lingkungan Hidup.
Selain karena mudah dalam pengawasan, untuk mengukur kuaitas udara tidak hanya dilihat dari satu sisi saja.
Ada beberapa faktor yang menentukan kualitas udara, seperti kepadatan lalu lintas, kondisi perkantoran, dan juga permukiman.
"Itu kan alatnya sangat mahal, nanti kalau diletakkan sembarangan takutnya malah ada yang dicuri atau dirusak. Makanya kami pilih di halaman DLH saja. Apalagi untuk mengukur kualitas udara kan dilihat dari beberapa faktor, kondisi di DLH cukup komplek juga, dekat perkatoran, permukiman, tidak jauhdari jalan juga," bebernya.
Baca: Dinas Lingkungan Hidup Cek Kualitas Udara di Malioboro
"Kami juga sudah konsultasi dengan KLHK kalau ditempatkan di kantor. Dari kementrian malah setuju sekali, karena diihat dari lingkungan yang komplek dan sudah mencerminkan sebuah kota," sambungnya.
Ia menambahkan alat berukuran 3m x 3m tersebut merupakan buatan Indonesia.
Sehingga sparepart mudah didapatkan.
Terkait perawatan, DLH Kota Yogyakarta tidak menyiapkan anggaran khusus, karena perawatan akan langsung ditangani oleh KLHK. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cek-udara-kualitas_20170206_135300.jpg)