Breaking News:

Yogyakarta

Pihak Hotel Duga Kondisi Fisik Sebabkan Peserta Musyawarah Muntah

Marketing Communication Hotel Pesonna Tugu, Stevilova mengatakan besar kemungkinan disebabkan oleh kondisi fisik peserta musyawarah yang kelelahan.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait kabar dugaan keracunan pada peserta Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY di Hotel Pesonna Tugu Yogyakarta, Rabu (6/3/2019).

Marketing Communication Hotel Pesonna Tugu, Stevilova mengatakan besar kemungkinan disebabkan oleh kondisi fisik peserta musyawarah yang kelelahan.

"Peserta kan memang sudah sepuh dan ini hari kedua jadi mungkin lelah, AC juga terlalu dingin jadi kemungkinan kondisi fisiknya menurun ditambah kena makanan yang membuat perutnya berkontraksi," katanya kepada TribunJogja.com lewat sambungan telepon, Rabu (6/3/2019).

Baca: Diduga Mengalami Keracunan, Lima Peserta Raker Pengurus Barahmus DIY Dibawa ke Rumah Sakit

Stevi mengatakan sebelum hari kedua musyawarah dimulai beberapa peserta juga sempat mengeluhkan kondisi ruangan yang terlalu dingin bahkan beberapa ada yang meminta untuk menurunkan suhu AC-nya.

Kondisi tersebut yang diduga mempengaruhi fisik dari peserta musyawarah menjadi rentan terkena efekl makanan/minuman yang mempengaruhi kesehatannya.

"Setahu saya yang di update dari perawat rumah sakit itu hanya karena menurunnya metabolisme tubuh jadi saat mereka (peserta) makan sesuatu yang membuat perut berkontraksi jadi kena imunnya dan mereka jadi alergi di makanan tersebut, akhirnya muntah," beber Stevi.

Dari kejadian tersebut, delapan orang, kata Stevi harus mendapatkan perawatan khusus bahkan beberapa harus ditangani oleh dokter dan dirujuk ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

Baca: Terkait Kabar Keracunan, Pihak Hotel Pastikan Sudah Ditangani Medis

Termasuk dua tokoh yang dikabarkan mengalami kejadian serupa yakni Kol Dede Nasrudin dan Mayor Siti Karyatiningsih.

Namun pihaknya mengaku telah menindaklanjuti kejadian tersebut dan kondisi mereka telah pulih kembali.

"Kabar terakhir sudah pulang, kalau pun ada yang masih di RS itu untuk menghabiskan infusnya aja untuk kembaliin metabolisme tubuh," katanya.

Stevi mengatakan, setelah kejadian, acara musyawarah yang diikuti oleh 48 peserta itu masih terus berlangsung dan sore ini sudah berakhir.

Peserta pun sudah meninggalkan lokasi musyawarah.

"Itu hanya berlangsung satu jam, kita tangani cepat, sekitar jam 9-10 an pas coffe break pertama bahkan beberapa sudah ada yang sempat kembali, ikut makan siang kembali dan sempat kembali ke kelas lagi," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved