Breaking News:

Bantul

Delapan WNA di Bantul Masuk Daftar Pemilih

Empat orang berasal dari Belanda, dan lainnya berasal dari Swiss, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Komisioner Bawaslu Kabupaten Bantul Bidang Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Supardi 

Adapun WNA yang terdaftar sebagai DPTHP ini berasal dari berbagai negara.

Empat orang berasal dari Belanda, dan lainnya berasal dari Swiss, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia.

Selain menemukan 8 WNA yang tercatat sebagai DPTHP, dalam melakukan investigasi Bawaslu juga menemukan nomor induk kependudukan (NIK) ganda, atas nama Tukimin dan Thierry Michel J.M Detournay di Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan Bantul.

"NIK ganda ini, satu nomor induk dipakai oleh dua orang. Satu warga negara Indonesia dan satunya lagi dipakai oleh warga asing. Ini masih dalam proses investigasi," tutur dia.

Adapun penyebab mengapa warga asing bisa masuk DPTH, Supardi menduga karena ada kelalaian ketika panitia pendaftar pemilih (Pantarlih) melaksanakan tugas di lapangan.

Mereka kurang cermat atau diduga tidak langsung mengecek ke lapangan.

Kalaupun petugas mengecek langsung ke lapangan, Pantarlih tersebut diduga kurang paham.

"Karena ketika kami datangi, ada seorang WNA yang mengaku sudah mengatakan kepada petugas Pantarlih, saya belum masuk WNI loh. Tapi ternyata masuk DPTH," jelas Supardi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved