Breaking News:

All England 2019

All England 2019 - Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo Terhenti di Putaran Pertama

Juara bertahan All England 2018 ini harus mengakui keunggulan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan dengan rubber game.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
badmintonindonesia.org
Pasangan ganda putera Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo 

TRIBUNJOGJA.COM - Kenyataan pilu harus dialami oleh pasangan ganda putera Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di putaran pertama atau babak 32 besar All England 2019.

Harapan untuk mencetak hattrick meraih gelar All England 2019 ketiganya dipaksa pupus sejak awal.

Juara bertahan All England 2018 ini harus mengakui keunggulan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan dengan rubber game.

Dari pantauan Tribunjogja.com, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sudah mengawali permainan dengan agresif.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Pressing dari Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil membuahkan hasil.

Saling kejar mengejar angka sempat terhenti di interval awal dengan kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada skor 11 - 9.

Namun China secara cepat dapat membalikkan keadaan dengan memanfaatkan kesalahan Marcus Fernaldi Gideon.

Marcus Fernaldi Gideon yang salah memperkirakan arah bola membuat pasangan China unggul di game pertama dengan skor 19 - 21.

Menjelang dimulainya game kedua, wasit menjatuhkan kartu merah pada Marcus Fernaldi Gideon yang dianggap menunda pertandingan.

Baca: All England 2019 - Gregoria Mariska Tunjung Terhenti di Babak 32 Besar

Sejak saat itu, permainan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi sedikit terpengaruh.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pun akhirnya menerapkan strategi baru dengan tidak lagi memberikan bola-bola panjang.

Kevin Sanjaya Sukamuljo memainkan perannya dengan apik di depan net.

Dari kedudukan 8 - 8, pasangan Indonesia berhasil unggul 13 - 9 berkat upaya Kevin Sanjaya Sukamuljo menaikkan tempo permainan.

Startegi bola-bola pendek nan cepat ini terbukti jitu karena membuat pasangan China tidak dapat mengembangkan permainannya.

Upaya Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil mengembalikan flick service dengan smash silang pun tidak bisa diremehkan.

Keputusan cepat dari Marcus ini semakin menjauhkan skor dari China 19 -16.

Baca: All England 2019 - Jalan Terjal Tunggal Puteri Indonesia di Babak Pertama

Namun kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pasangan Indonesia membuat China berhasil mengejar hingga skor 20 - 20.

Begitu mendapatkan fokusnya kembali, pasangan Indonesia dapat merebut game kedua dengan skor 22 - 20.

Di game ketiga alias game penentuan, pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terlihat terteinggal sejak awal pertandingan.

Keberhasilan Marcus Fernaldi Gideon dalam melakukan drive ke dada lawan, seolah membangkitkan optimisme pasangan Indonesia untuk merebut poin demi poin.

Benar saja, keputusan Marcus Fernaldi Gideon yang menjatuhkan dropshot dan kemudian disambut smash tajam dari Kevin Sanjaya Sukamuljo berbuah manis di skor 5 - 6.

Namun sayang, pasangan Indonesia seolah terbawa permainan China yang menyebabkan selisih poin semakin jauh.

Interval awal di game ketiga dikuasai pasangan China dengan skor 7 -11.

Dari pantauan Tribunjogja.com, banyaknya kesalahan yang dilakukan sedikit banyak mempengaruhi pola permainan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Di poin-poin kristis, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo justru banyak menyia-nyiakan kesempatan dengan membuang bola ke luar lapangan ataupun bola yang menyangkut di mistar.

Peluang ini tidak disia-siakan pasangan China yang meraih kemenangan di game ketiga dengan skor 17 - 21.

Dengan hasil ini, langkah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di All England 2019 harus terhenti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved