Yogyakarta

Polresta Yogyakarta Musnahkan Ribuan Batang Ganja

Polresta Yogyakarta memusnahkan 1.083 batang ganja, yang didapatkan dari pengembangan dan pengembangan kasus di Yogyakarta.

Polresta Yogyakarta Musnahkan Ribuan Batang Ganja
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Sejumlah pejabat lintas intansi membakar pohon ganja yang menjadi barang bukti saat digelar acara pemusnahan di lapangan panahan Timono, Kota Yogyakarta, Selasa (5/3/2019). Sebanyak 1.083 batang tanaman ganja yang merupakan hasil pengungkapan Polresta Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta memusnahkan 1.083 batang ganja, yang didapatkan dari pengembangan dan pengembangan kasus di Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini mengatakan pemusnahan tersebut merupakan amanat dari undang-undang, setelah melakukan penyisihan barang bukti.

Sebelum membakar habis, ribuan ganja kering tersebut sudah dipilih.

Beberapa menjadi barang bukti, dan sisanya dibakar hingga menjadi abu, sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

"Pemusnahan barang bukti ini amanat dari undang-undang, karena harus kita lakukan. Sebagian sudah dipilah untuk pembuktian di pengadilan. Kalau sabu bisa larut dalam air, tetapi kalau ganja kan tidak bisa larut. Maka untuk pemusnahan dibakar sampai jadi abu, supaya tidak bisa digunakan lagi," katanya saat ditemui Tribunjogja.com usai pemusnahan di Lapangan Panahan, Selasa (5/3/2019).

Ia menjelaskan bahwa Yogyakarta masih menjadi pasar peredaran narkoba, terutama jenis ganja.

Menurutnya harganya yang murah menyebabkan ganja lebih banyak diminati.

"Yogyakarta ini memang jadi pasarnya, di Yogyakarta ini banyak mahasiswa dan pelajar, sehingga sasaran untuk ganja ya ke dua kelompok itu, karena harganya murah. Paket kecil saja saja hanya Rp 25 ribu saja, sama dengan harga rokok," jelasnya.

Baca: Rumah Zakat Beri Penyuluhan Narkoba untuk Remaja di Desa Pacarejo Gunungkidul

"Jadi umumnya yang makai ganja itu sudah pandai merokok dulu. Tetapi ya bukan berarti yang merokok itu pasti ngisap ganja. Rata-rata penyalahguna ya usia produktif, sekitar 25-55 tahun, usia mahasiswa dan pekerja," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved