Sleman

Pemkab Sleman Belum Miliki Penerjemah Bahasa Isyarat

Program Advisor OHANA Risnawati Utami menyatakan masih banyak instansi pemerintahan yang belum memiliki petugas penerjemah bahasa isyarat.

Pemkab Sleman Belum Miliki Penerjemah Bahasa Isyarat
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Risnawati Utami (kursi roda) didampingi Kabid Kelembagaan dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Sleman Suparmono saat memantau fasum untuk penyandang disabilitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Program Advisor OHANA Risnawati Utami menyatakan masih banyak instansi pemerintahan yang belum memiliki petugas penerjemah bahasa isyarat.

Padahal menurut Risna, keberadaan penerjemah sangat diperlukan oleh penyandang disabilitas, terutama yang bisu-tuli.

"Selain itu alat running text juga diperlukan untuk membantu penyandang bisu-tuli," kata Risna di Kantor Dinas Sosial Sleman, Selasa (05/03/2019)

Meski demikian, wakil Indonesia di PBB untuk penyandang disabilitas ini mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemda DIY. Terutama di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman berdasarkan survei yang mereka lakukan.

Baca: Cek Kesiapan Akses Disabilitas, OHANA Gelar Audiensi dan Survei di Sejumlah Instansi Pemkab Sleman

Beberapa upaya yang dilakukan adalah membuat ramp atau jalur khusus untuk penyandang disabilitas dengan kursi roda. Begitu juga dengan adanya meja pelayanan yang rendah.

"Memang sudah banyak fasum yang aksesibel, tetapi perbaikan masih perlu dilakukan," kata Risna.

Merespon masukan dari Risna, Kabid Kelembagaan dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Sleman, Suparmono mengakui belum adanya petugas penerjemah bahasa isyarat.

Ia pun menyatakan pelayanan menjadi rumit saat berhadapan dengan warga penyandang disabilitas bisu-tuli.

"Tetapi sudah kami usulkan agar petugas tersebut disediakan," kata Suparmono.(tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved