Yogyakarta

Ini Langkah yang Ditempuh Pemda untuk Tanggulangi Kemiskinan di Yogyakarta

Bappeda DIY mencatat angka kemiskinan per September tahun 2018 di Yogyakarta mencapai 11,88 persen.

Ini Langkah yang Ditempuh Pemda untuk Tanggulangi Kemiskinan di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo menjelaskan, angka kemiskinan per September tahun 2018  di Yogyakarta mencapai 11,88  persen.

Sementara, pihaknya menargetkan penurunan angka kemiskinan sampai 2022 sebesar 7 persen.

“Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga bisa menjadi langkah untuk mesin pertumbuhan ekonomi dan mengikis kemiskinan,” urainya pada Tribunjogja.com.

Untuk mencapai angka itu, pihaknya juga melakukan perbaikan data dengan Pusdatin Kemensos.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Pihaknya juga akan melakukan intervensi terhadap  mereka yang benar-benar berada di bawah garis kemiskinan, atau dalam kategori Desil 1 sampai dengan 4. Untuk yang termasuk dalam Desil 5 sampai dengan 10 tidak perlu diintervensi oleh pemerintah.

“Hanya saja,  ternyata mereka masih mendapatkan. Perbaikan data atau updating data tersebut harus sesuai dengan SOP yang ditetapkan,” urainya.

Budi menambahkan, beberapa program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pihaknya antara lain adalah program pemberdayaan masyarakat melalui desa-desa budaya,  dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara terpadu oleh multi sektor.

Kalangan legislatif menyebut penurunan angka kemiskinan di DIY masih belum signifikan.

Baca: Penanggulangan Kemiskinan di Yogyakarta Belum Optimal, Ini Faktornya

Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah belum optimalnya lembaga yang bertanggung jawab pada penanganan dan penanggulangan kemiskinan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Dharma Setiawan menjelaskan, kemiskinan DIY mencapai 12,36 persen per September 2017, atau tertinggi se-Pulau Jawa.

Meski ada penurunan menjadi 11,81 persen di September 2018, penurunan belum signifikan.

Beberapa faktor pemicu tidak signifikannya penurunan angka kemiskinan di DIY diantaranya adalah faktor data yang tidak valid, belum optimalnya peran lembaga yang bertanggung jawab penanganan dan penanggulangan kemiskinan.

“Serta rendahnya sinergi antar OPD dan pemda DIY dengan pemerintah kabupaten, kota, keterlibatan masyarakat dalam penanganan kemiskinan, serta adanya ketergantungan program kemiskinan,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved