Yogyakarta

Gubernur DIY Sebut Generasi Muda Harus Cintai Museum

Sri Sultan Hamengku Buwono X berpendapat, museum menjadi jembatan budaya antargenerasi sekaligus jendela budaya.

Gubernur DIY Sebut Generasi Muda Harus Cintai Museum
twitter.com/kratonjogja
Gubernur DIY Sri Sultan HB X 

“Bisa berupa pameran tematik untuk daya tarik museum sebagai wisata edukasi. Atau dengan menggelar berbagai kegiatan menarik seperti pentas seni, seminar, konferensi hingga pertunjukan musik remaja yang berpusat di museum,” paparnya.

Upaya-upaya ini adalah satu dari beberapa cara untuk menjadikan museum sebagai pusat industri budaya, tempat kontemplasi yang inspiratif bagi munculnya karya kreatif.

Baca: Asyiknya Belajar Aksara Jawa Kuna di Museum BPK RI Kota Magelang

Hal ini karena museum juga menjadi jembatan budaya antargenerasi sekaligus jendela budaya.

“Serta menjadi sarana untuk mengembangkan budaya dan peradaban bangsa ke depan,” urainya.

Pentingnya museum ini disampaikan Sultan HB X lantaran pihaknya berupaya untuk sejak awal mendapatkan kembali naskah-naskah kuno tersebut, bentuknya berupa apapun.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, simposium ini diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta dalam memperingati Mangayubagya Sri Sultan Hamengku Buwono 30 Tahun Bertakhta.

Salah satu bentuk keberhasilan dari upaya tersebut ialah dengan dikembalikannya 75 naskah kuno milik Keraton Yogyakarta berupa digital oleh British Library, Inggris.

Lobi dan proses yang membutuhkan waktu lima tahunan ini diharapkan bisa diterapkan kembali ke depannya, baik oleh Keraton Yogyakarta maupun oleh daerah lain di Indonesia.

“Entah bentuknya asli dikembalikan, berupa fotokopian, bentuk digital atau apapun, yang penting kami tahu naskah-naskah itu kami dapat kembali. Karena sampai saat ini sepertinya masih susah untuk dikembalikan semuanya, saya lalu berpikiran, bagaimana kalau kita tulis kembali saja. Dari pada belum tentu yang asli kembali, kenapa tidak ditulis kembali saja, toh tenaga ada dan bisa,” jelas Ngarsa Dalem.

Dalam acara yang diadakan oleh Kawedanan Hageng Panitrapura ini, Sri Sultan pun menuturkan, selain 75 naskah digital, British Library juga mengembalikan 21 naskah kuno berupa mikrofilm dan naskah-naskah pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Halaman
1234
Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved