Kota Yogya

BNNP Sebut DIY Pasar Potensial Narkotika

BNNP DIY menyatakan daerah DIY merupakan salah satu pasar potensial yang telah dibidik oleh pengedar dan produsen narkotika.

BNNP Sebut DIY Pasar Potensial Narkotika
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Sudaryoko (kiri) Kabid Pemberantasan BNNP DIY saat dijumpai wartawan disela acara pemusnahan barang bukti tanaman ganja oleh Polresta Yogyakarta di Lapangan Panahan, Timoho, Kota Yogyakarta, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY mengatakan daerah DIY merupakan salah satu pasar potensial yang telah dibidik oleh pengedar dan produsen narkotika baik nasional maupun internasional.

Sudaryoko, Kabid Pemberantasan BNNP DIY mengatakan tingginya potensi pasar pengguna narkotika di Yogyakarta menjadi daerah segar bagi para pelaku untuk menyukseskan bisnis haram tersebut.

"Yogya ini banyak mahasiswa, pekerja dan mereka konsumtif, ini yang menjadi potensial," kata Sudaryoko kepada wartawan disela acara pemusnahan barang bukti tanaman ganja oleh Polresta Yogyakarta di Lapangan Panahan, Timoho, Kota Yogyakarta, Selasa (5/3/2019).

Pihaknya melanjutkan, barang haram paling potensial banyak diedarkan di daerah DIY meliputi ganja, obat-obat terlarang, sabu hingga tembakau gorila.

BNNP mengaku tak dapat menekan angka penggunaan narkotika ini sendirian. Pihaknya perlu bersinergi bersama stakeholder lain seperti kepolisian, bea cukai hingga masyarakat untuk bersama-sama mengurangi angka peredaran.

Baca: Polresta Yogyakarta Musnahkan 1083 Batang Tanaman Ganja, Dibakar di Dalam Drum

"Kita berkomitmen bersama stakeholder lain untuk memberantas paling tidak mengurangi angka peredaran dan penggunaan di daerah DIY. Indonesia bisa dibilang memang darurat Narkotika," lanjutnya.

Pihaknya juga turut mengapresiasi langkah kepolisian dalam hal ini Polresta Yogyakarta yang berhasil memberantas satu jaringan ganja dari penangkapan salah seorang pengedar di daerah Sleman dan berkembang hingga tertangkapnya petani ganja di daerah Purwakarta, Jawa Barat.

"Setidaknya pengungkapan kasus ini dapat mengurangi jumlah korban lainnya yang ada di DIY. Karena kalau BNN saja tentu tidak akan mampu, kita perlu kerjasama bareng kepolisian karena ancamannya ini memang keras," pungkasnya.(tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved