Bantul

Tantangan Makin Berat, Petugas Damkar Dituntut Tangkas dan Kuasai Tugas di Bidang Kebencanaan

Tantangan Makin Berat, Petugas Damkar Dituntut Tangkas dan Kuasai Tugas di Bidang Kebencanaan

Tantangan Makin Berat, Petugas Damkar Dituntut Tangkas dan Kuasai Tugas di Bidang Kebencanaan
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Lomba ketangksan Pemadam Kebakaran (Damkar) tingkat DIY -Jateng di Lapangan Trirenggo, Kabupaten Bantul, Minggu (3/3/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Semakin tahun jumlah penduduk di Kabupaten Bantul semakin padat. Resiko bencana semakin meningkat. Apalagi era informasi dan teknologi, dimana masyarakat belum paham penggunaannya, itu justru akan menimbulkan resiko kebencanaan yang semakin tinggi.

Oleh sebab itu, petugas pemadam kebakaran dituntut untuk tangkas. Untuk menghadapi segala tantangan.

"Tugas pemadam kebakaran semakin berat. Tidak hanya sekadar ada laporan, kemudian beliau langsung meluncur. Namun harus mampu juga untuk melaksanakan tugas-tugas di bidang kebencanaan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto ditemui dalam kegiatan lomba ketangkasan Damkar tingkat DIY-Jateng di Lapangan Trirenggo, Bantul, Sabtu (3/3/2019).

Baca: Gunung Merapi Hari Ini Terjadi 9 Kali Gempa Guguran Hingga Minggu Dini Hari

Lomba ketangkasan sebagai peringatan HUT Damkar ke-100 ini diikuti oleh kontingen dari berbagai wilayah. Antara lain petugas Damkar Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, Purworejo, Magelang dan Klaten.

Mereka saling beradu ketangkasan. Masing-masing regu dianalogikan sedang mendapat tugas untuk memadamkan titik api di lantai dua. Setelah api padam, mereka kemudian menyelamatkan korban dan membawanya ke tempat yang aman.

Dalam upaya penyelamatan tersebut, korban diharuskan selamat dan petugas juga harus selamat.

"Setiap regu akan dinilai dari segi ketrampilan, kekompakan dan durasi waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas penyelamatan," terangnya.

Baca: Tantangan Pemadam Kebakaran Semakin Tinggi, Harus Miliki Multi Skill

Menurut Dwi, ketangkasan ini merupakan modal utama yang sangat penting dan harus dimiliki oleh petugas pemadam kebakaran. Karena ketangkasan erat kaitannya dengan skill, kemampuan, dan upaya petugas dalam mengurangi resiko bencana.

Terlebih tingkat kerawanan kebakaran di setiap daerah terutama di Kabupaten Bantul semakin tahun bukan berkurang namun justru semakin meningkat.

Dari data historis kejadian kebakaran di Bumi Projotamansari sepanjang tahun 2008 - 2018, kata Dwi jumlahnya mengalami kenaikan cukup signifikan. Bahkan seratus persen lebih.

"Semula hanya sepuluh, dua puluh kejadian kebakaran. Sekarang ada seratus kejadian dalam satu tahun. Ini bukti bahwa kerawanan semakin tinggi," tutur dia.(tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved