Breaking News:

Yogyakarta

Soal Hibah Untuk Pemilik Bangunan, Pemda Masih Akan Susun Pergub

Pemerintah Provinsi DIY tengah menyiapkan regulasi untuk penataan fasad pada bangunan yang masuk dalam sumbu filosofi.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Untuk leading sector dalam pemugaran fasad ini, kata dia, bisa ditangani oleh Paniradya Keistimewaan atau OPD yang lainnya. 

Dalam hal ini untuk persoalan BCB dan fasadnya bisa menjadi tugasnya.

“Namun, pembahasan pembagian peran ini masih berjalan dan belum selesai. Kami segera menyiapkan Pergub regulasinya,” urainya.

Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro, Budhi Susilo menjelaskan, Pergub untuk hibah bagi pemilik fasad bangunan di kawasan sumbu filosofi  dibuat tetap mengacu pada UU Keistimewaan dan tidak diskriminatif.

Menurutnya, ada beberapa aturan yang bisa menjadi pijakan seperti UU Keistimewaan.

Sesuai UU Keistimewaan, ujarnya, tanah yang ditempati menjadi toko ini adalah tanah negara, jadi Pemda berhak mengajukan rekomendasi.

Baca: Driver Get Indonesia di Yogyakarta Dibekali Pengetahuan Keistimewaan

“Untuk pengubahan fasad bangunan juga harus seizin pemilik lahan atau toko," urainya.

Dia menambahkan, dengan adanya konsep Malioboro yang bermakna untaian sejuta bunga, pemerintah juga harus serius membenahi.

Utamanya, masih banyaknya PKL yang mangkal sembarangan di pedestrian.

Dia mengapresiasi jika ada rencana fasad yang akan dikembalikan atau disesuaikan dengan konsep beragam budaya.

Bangunan toko miliknya itu berdiri pada tahun 1975.

Di beberapa toko di dekatnya ada yang bercorak etnis Tionghoa.

Sehingga, jika ada pengubahan, maka harus disesuaikan aturan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved